Loving U -KiHyun-

LOVING U

n614832181_307167_95

 

Title: Loving U –KiHyun-

Author : Han Eun Kyo a.k.a Kyo051096

Main Cast :

  • Kim Kibum
  • Cho Kyuhyun

Pair: KiHyun (Kibum Kyuhyun)

Genre : Romance, Friendship, a bit Humor

Rated : T a.k.a remaja

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM entertaiment. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

 

Note : FF Request dari Melani s khadijah~ Versi KiHyun nya~ Semoga chingudeul suka ^^

 

Warning : YAOI! JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

 

Summary : Just a short story of KiHyun (Kibum Kyuhyun). Songfict dari lagu Loving U (러빙유) milik SISTAR.

Penasaran?

Check it out!

 

Loving U

KiHyun

Han Eunkyo

Present

HAPPY READING

“Aku hampir terlambat! Eotte? Aish! Ini semua gara-gara aku tidur larut tadi malam.” Rutuk seorang namja manis bername tag ‘Cho Kyuhyun’ yang terus berlari cepat menuju sekolahnya.

Mengapa ia berlari? Mengapa tidak naik bis atau minta diantar saja?

Yah, karena terlambat, ia langsung berlari ke luar rumah –bahkan tanpa sarapan terlebih dahulu-. Dan sialnya ia tidak ingat untuk menunggu bis di halte dekat rumahnya. Ia terus saja berlari dan tidak sadar sudah jauh melewati halte. Jadi namja manis berumur tujuhbelas tahun itu melanjutkan acara lari menuju sekolahnya karena takut terlambat. Aneh bukan? ==’

Bruk

“YAK! JUGEULLAE? Kalau jalan itu pakai mata, kau masih ingat dimana letak matamu tidak sih?” maki Kyuhyun tanpa melihat siapa orang yang telah menabraknya.

“Mianhae. Sini biar aku bantu.” Ucap sang penabrak menyesal sambil mengulurkan tangannya.

“Tidak usah! Aku bisa berdiri sendiri.” Ujar Kyuhyun sinis.

Kyuhyunpun berdiri dan menepuk-nepuk seragamnya yang sedikit kotor karena acara tertabraknya ia tadi.

Berniat ingin memaki sang penabrak lagi, Kyuhyun mengadahkan kepalanya dan mulai membuka mulutnya. Namun…

Hey cham isanghae jeongmal strange
Ireon jeog eobseotneunde neol bolttaemada na dugeundugeun tteollineunge

Hey 참이상해정말strange

이런적없었는데널볼때마다나두근두근떨리는게
Hey it’s so strange, really strange

Whenever I see you, my heart pounds and trembles, I’ve never been like this before

Deg

“…”

Kyuhyun menatap wajah namja –sang penabrak- dihadapannya dengan tatapan terpesona.

‘Tampan sekali!’ batinnya.

Sang penabrak yang merasa sedikit risih karena ditatap dengan intens mengguncang bahu Kyuhyun pelan.

‘Omo! Dia memegang bahuku!’ Oke, bahkan kini ada bunga mawar tumbuh di kepala Kyuhyun. Eh? Maksudnya, kini hati Kyuhyun berbunga-bunga. Sepertinya ia jatuh cinta pada pandangan pertama.

‘Love at First Sight? Aku tidak percaya pada hal itu dan aku tidak jatuh cinta pada namja ini!’ batin Kyuhyun frustasi.

Namun seketika ia tersadar dan menunjukkan raut wajah datarnya.

“Ah? Ne? Waeyo?”

“Kau baik-baik saja? Maaf, bukannya aku bermaksud untuk tidak bertanggung jawab karena telah menabrakmu. Tapi kita berdebat lain kali saja –kelihatannya kau masih ingin memakiku- karena aku sudah terlambat. Mianhamnida.” Seru sang namja tampan sambil berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih cengo.

“…”


“OMO! Aku terlambat!” pekik Kyuhyun, lalu berlari menyusul namja yang ternyata satu sekolah dengannya.

.

.

.

.

.

When I see your face honja mag sangsangeul hae
Na pyojeong gwanli andwae michil geot gata tto niga niga bogo sipeoseo

When I see your face 혼자막상상을해
나표정관리안돼미칠것같아또니가니가보고싶어서
When I see your face, I imagine things by myself
I can’t keep a straight face, I’m going crazy because I want to see you again

“Annyeonghaseyo. Kim Kibum imnida.”

Suara seorang namja pindahan yang datang bersama sang wali kelas membuat ruang kelas XII IPA 3 riuh. Terdengar berbagai sorakan, pujian, maupun gumaman yang berasal dari para yeoja dan uke kelas ini.

“Tenanglah anak-anak!” tegas Kwon saem –sang wali kelas-.

“Sekarang carilah tempat duduk kosong yang kau inginkan, Kibum-sshi!” perintah Kwon saem lagi.

Kibum hanya mengangguk. Matanya melihat seisi ruang kelas barunya ini. Ah! Akhirnya ia menemukan sebuah tempat duduk kosong di sana. Kibum memutuskan untuk berjalan mendekati kursi kosong tersebut.

Setelah ia duduk, ia menoleh ke kirinya. Ia melihat seorang namja –yang menurutnya familiar- sedang tertidur lelap di mejanya.

Kibum mengguncang meja namja itu pelan.

“Mwoya? Aku sedang berkencan bersama ‘pangeranku’. Jadi kalau menganggu nanti saja!” igau Kyuhyun. Hah? Ia masih tidur rupanya, pikir Kibum.

“Hei! Ireona!” Kibum mengguncang meja itu lagi dengan agak keras hingga membuat namja yang sedang tertidur lelap itu perlahan bangun.

“Eung?” namja yang ternyata Kyuhyun itu mengerjapkan matanya dan memfokuskan pandangannya terhadap namja tampan yang duduk disampingnya.

“Bahkan saat bangun ‘pangeranku’ ada di depan mataku. Hah, aku sepertinya sudah gila. Uh~ Aku benar-benar ingin melihat wajah tampannya lagi.” Gumam Kyuhyun pelan, namun Kibum dapat mendengarnya.

“Pangeran? Di depan matamu? Jadi pangeran yang kau impikan itu aku?” simpul Kibum sambil tersenyum kecil.

Tersenyum? Untuk apa ia tersenyum?

“…” Kyuhyun mengucek matanya dan kembali menatap Kibum.

Seketika matanya membulat.

“KAU?”

.

.

.

.

.

I wanna say woo woo woo woo yeah
Neo ttaemune geurae meonjeo marhagin sirheunde nae ibgae maemdora

I wanna say woo woo woo woo yeah
너때문에그래먼저말하긴싫은데내입가에맴돌아
I wanna say woo woo woo woo yeah
I’m like this because of you, I don’t want to be the first to say it but the words linger around my mouth

Sebulanpun berlalu sejak kedatangan Kibum di sekolah ini.

Selama sebulan itu pulalah Kyuhyun menyadari perasaannya pada namja tampan itu.

C.I.N.T.A

Yah, ia akui sebelumnya ia memang tidak mempercayai cinta pada pandangan pertama. Mana mungkin ada hal seperti itu! Jatuh cinta itu perlu waktu, pengenalan dan penataan perasaan. Hanya orang bodoh yang percaya cinta pada pandangan pertama seperti itu. Mereka benar-benar mengenal ‘jatuh cinta’ atau tidak, sih? Namun sejak bertemu Kibum, Kyuhyun harus menarik kata-kata ketusnya itu. Yah, aku adalah salah satu dari orang bodoh itu, pikirnya.

“Hei BabyKyu! Kau melamunkan apa pagi-pagi begini? Kim Kibum itu ya?” goda Changmin –sahabat Kyuhyun-. Hanya Changmin yang tahu tentang perasaan Kyuhyun kepada Kibum. Sebenarnya Kyuhyun tidak mau menceritakan tentang itu, namun beberapa minggu lalu Changmin mengancamnya dengan kalimat ‘ceritakan padaku atau aku akan merusak semua gadgetmu’. Konyol memang, namun Kyuhyun entah mengapa takut terhadap ancaman itu dan memulai sesi curhat dengan sahabat -pencinta makanan-nya itu.

“Aish! Jangan bicara keras-keras, tiang ragunan!” umpat Kyuhyun sambil menutup mulut Changmin dengan tangan berkulit lembutnya.

Bukannya diam dan meminta Kyuhyun melepaskannya, Changmin malah mencium-cium tangan Kyuhyun yang menutup mulutnya.

“Ish! Pervert!” ejek Kyuhyun sambil menjauhkan tangan lembutnya dari mulut sang sahabat.

“Haha. Habis kau serius sekali mencintai namja es itu. Apa yang kau lihat darinya? Aku ini jauh lebih tampan, tahu!” ujar Changmin narsis.

“Kau lebih suka makan sih iya!” cibir Kyuhyun.

“Yasudah kalau kau benar-benar mencintainya, nyatakan saja padanya.” Saran Changmin sambil mengambil cheese burger yang tadi diambilnya dari kulkas rumahnya.

“Aku tidak mau menyatakan terlebih dahulu. Biar ia saja yang menyatakan padaku. Mau ditaruh dimana harga diriku?”

“Cih, harga diri? Lalu bagaimana kabar harga dirimu jika Kim Kibum, sang pangeranmu itu diambil orang? Eoh? Apa kabar harga diri Cho Kyuhyun?”

“…” Kyuhyun diam. Ia memutuskan untuk mengakhiri percakapan ini dan menatap Changmin yang masih asik dengan acara makannya.

“Hei. Aku juga mau cheese burgernya. Aku lapar~” pinta Kyuhyun dengan tatapan mata polos mengerjap-kerjap menatap Changmin.

Changmin yang terpesona dengan wajah imut sahabatnya, tanpa sadar memberikan burgernya pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum puas.

‘Dia benar-benar tidak tahan dengan wajah imutku, haha’ batin Kyuhyun.

.

.

.

.

.

Loving U U na eotteokhae what should I do?
Jojeori andwae nae mam gojang nabeorin heart jeongsin mot charil mankeum
Boy I’m falling in love with U U
Na eotteokhae what should I do?

Loving U U 나어떡해what should I do?
조절이안돼내맘고장나버린heart 정신못차릴만큼
Boy I’m falling in love with U U
나어떡해what should I do?
Loving U U what should I do, what should I do?
I can’t control my heart, my heart is not working, it’s to the point where I can’t focus
Boy I’m falling in love with U U
What should I do, what should I do?

“Kyuhyun-ah!” panggil Kibum saat bel pulang terdengar berbunyi nyaring dari kelas XII IPA 3, kelas Kibum, Kyuhyun dan Changmin.

Deg

Jantung Kyuhyun berdegup kencang saat menatap wajah tampan Kibum.

Beberapa kali ia menetralkan detak jantungnya dan menyembunyikan semburat merah yang dengan santainya terlihat di pipi chubbynya.

“N…ne?” balas Kyuhyun sambil mencoba tersenyum semanis mungkin.

Tanpa Kyuhyun sadari, kini Kibum terlihat terpesona dengan senyum dan wajah manis Kyuhyun.

‘Aigoo! Imutnya!’ batin Kibum terpesona. Namun ia tetap memasang raut wajah datarnya. Ck,ck,ck, namja ini pintar sekali berakting, eoh?

“Aku ingin bertanya sesuatu padamu.”

“A…apa?” Kyuhyun bertambah gugup ketika Kibum mendekatinya dan duduk di depannya.

Kyuhyun melirik Changmin sekilas. Dapat ia lihat sahabatnya menggumam tanpa suara padanya. ‘Fighting Kyunnie! Jadikan ia milikmu!’

“Yak! Shim Tiang! Jugeullae?” pekik Kyuhyun tanpa sadar.

Changmin yang merasakan aura hitam disekitar tubuh Kyuhyun langsung terbirit pergi setelah membentuk gesture ‘peace’ dengan kedua jarinya.

“Mwo? Aku masih ingin hidup, Kyuhyun-ah.” Ujar Kibum.

“Ah? M..mianhae! Aku tidak bermaksud mengatakan itu padamu. Mianhae!” sesal Kyuhyun sambil menutup wajahnya. Aish! Mau ditaruh dimana wajahnya sekarang? Si tiang tukang makan membuatnya malu saja.

Kibum terkikik kecil. Menurutnya Kyuhyun yang salah tingkah seperti ini sangat imut. Ah, seandainya aku bisa mencubit pipi chubbynya itu, pikir Kibum.

“Jangan tutup wajahmu. Aku tidak bisa melihat wajah cantik-manis-dan-imutmu.”

Kyuhyun tersentak. “Bisa kau ulangi sekali lagi?” pinta Kyuhyun menatap mata Kibum meminta penjelasan.

“Wajah cantik, manis dan imutmu.” Ujar Kibum penuh penekanan.

Kyuhyun menatap Kibum tidak percaya.

“Ah, aku mendatangimu untuk memintamu membantuku mempelajari bahan Kimia yang tadi diterangkan Saem. Aku tidak mengerti. Jadi, apakah kau bisa kerumahku untuk mengajariku, Kyuhyun-ah?” pinta Kibum penuh harap.

Kyuhyun terlihat berfikir. ‘Mimpi apa aku semalam?’

“Geurom! Jadi, kapan aku datang ke rumahmu?”

“Sekarang. Bisakah?”

“Ne! Kajja!” seru Kyuhyun semangat sambil –tanpa sadar- menarik lengan Kibum.

.

.

.

.

.

Saat ini Kyuhyun tengah berada di ruang belajar Kibum sambil menunggu Kibum kembali untuk membuatkannya minuman.

‘Rumahnya mewah sekali. Kim Kibum –pangeranku- benar-benar pria idaman. Wajahnya tampan, pintar, kaya lagi. Cocok denganku yang manis, imut, cantik –kata Kibum- pintar, populer, ramah, kaya, seksi dan charming. Kalau aku bisa menjadi namjachingunya, pasti kami akan jadi The Perfect Couple, haha.’ Batin Kyuhyun narsis.

Drrt Drrt

Nan dalkomhan ice cream neon noga naerilgeol
Sangkeumhan ice cream cream cream cream cream
Chokollet ice cream nae kkaman pibucheoreom
Dalkomhan ice cream cream cream cream cream

Lagu ‘Ice Cream’ milik HyunA 4Minute membuyarkan lamunan narsis Kyuhyun. ‘SMS?’

From : Prince Kim Kibum

Kyuhyun-ah, bisakah kau pergi ke kebun di belakang rumahku sekarang? Nan neol gidaryeo ;D

“Eoh? Untuk apa dia menyuruhku kesana? Dia ingin belajar di kebun? Ada-ada saja.” Gumam Kyuhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

.

.

.

Kini Kyuhyun sudah berada di kebun besar milik keluarga Kim. Mata indahnya menulusuri seluruh kebun, mencari sosok pangeran esnya. Kyuhyun terus berjalan ke dalam kebun.

Namun ketika menemukan pangeran esnya, ia terkejut.

“I…itu…”

Aetaneun nae mam neomu ginagin bam sumgyeowatdeon neoreul hyanghan mal saranghae

애타는내맘너무기나긴밤숨겨왔던너를향한말사랑해
My heart is burning, this night is too long, words I’ve been hiding from you, I love you

“I..itu…”

Bagaimana bisa Kyuhyun tidak terkejut? Kibum memakai pakaian ala pangeran, yang membuatnya terlihat sangat tampan. Lalu ada sebuah meja putih bulat dan dua buah kursi di depan Kibum. Jika dilihat lebih detail, di sandaran kursi tersebut terdapat kain sulaman tertuliskan dua buah kata yang berbeda. Di kursi pertama tertulis ‘Prince Kibum’, sedangkan di kursi kedua tertulis ‘Princess Kyunnie’. Dan Kyuhyun baru sadar setelah melihat ke bawah, ternyata beberapa tangkai bunga mawar mewah membentuk hati telah melingkari tempatnya berdiri.

Kibum tersenyum sangat manis.

“Saranghae Cho Kyuhyun, my princess.”

Mata Kyuhyun membulat kaget. ‘Kalau ini mimpi, tolong jangan pernah bangunkan aku, Tuhan’.

“…”

Kyuhyun terdiam cukup lama. Perasaan Kibum mulai tidak enak. Berbagai pertanyaan hinggap di benaknya. Apa Kyuhyun menolakku? Apa Kyuhyun tidak mencintaiku? Apa aku salah mengartikan perasaan Kyuhyun terhadapku? Apa Kyuhyun sudah punya namjachingu atau yeojachingu? Dan berbagai ‘apa Kyuhyun’ lainnya.

‘Baiklah. Aku tidak akan memaksanya.’

“Kalau kau tidak mencintaiku-”

“Nado saranghae!”

Kibum kaget mendengar ucapan Kyuhyun yang baru saja memotong perkataannya.

“Jeongmal?” tanya Kibum memastikan.

Kyuhyun mengangguk imut.

“Tapi… tadi kau diam saja. Aku kira kau akan menolakku.”

“Mianhae. Tadi aku kaget. Aku tidak menyangka kau punya perasaan yang sama terhadapku.” Jelas Kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Jadi…” Kibum menggantungkan ucapannya.

“Jadi?” Kyuhyun menunjukkan ekspresi penasarannya yang imut.

“So, would you be my princess, my only Cho Kyuhyunnie?”

Kyuhyun mengangguk pasti. “Ne! Tentu saja aku mau, my prince Kim Kibum.” Seru Kyuhyun sambil berlari memeluk Kibum, pangerannya.

Kibum membalas pelukan Kyuhyun dengan sangat erat.

Senyum bahagia terus menghiasi wajah pasangan baru ini.

Namun senyum bahagia Kyuhyun tergantikan dengan bibirnya yang dipoutkan, karena Kibum menyuruhnya –memaksanya- untuk memakai gaun ala putri dongeng yang sebelumnya telah dibawa Kibum ke kebun ini.

“Kenapa aku harus memakai itu? Tidak ada namja yang memakai gaun seperti itu, Tuan Kim!”

“Ayolah Kyunnie. Aku kan sudah memakai pakaian seperti ini. Tidak mungkin kau masih berpakaian seragam seperti itu, kan? Kita akan makan dan berdansa disini, Kyunnie.” Bujuk Kibum.

“Kau pasti sangat cantik memakai gaun itu. Ya? Ya? Ya?” Kini Kibum memasang puppy eyesnya.

Kyuhyun menyerah. Ia menganggukkan kepalanya samar. “Baiklah.”

.

.

.

.

.

Ok let’s talk about love modu hwiparameul bulmyeo
Eomeona nareul kkosiryeogo haetdeon namjadeul ijen modu annyeong
Nae aegyoseogin mogsorineun oppaman bureullae (Oppaya)
Eojjeomyeon joha naega sarange ppajyeotna bwa

Ok let’s talk about love 모두휘파람을불며
어머나나를꼬시려고했던남자들이젠모두안녕
내애교석인목소리는오빠만부를래(오빠야)
어쩌면좋아내가사랑에빠졌나봐
Ok let’s talk about love, everyone whistle
Oh my, all the boys who tried to hit on me, now goodbye
With my cutesy voice, I only wanna call you, oppa (Hey oppa)
What to do, I think I am in love

Beberapa jam telah berlalu. Kini senja telah menggantikan siang untuk menemani pasangan baru ini. Langit yang berwarna orange kemerahan, burung-burung yang berkicau merdu dan semilir angin sepoi-sepoi semakin menambah suasana romantis di kebun milik keluarga Kim ini.

Kini pasangan yang menamai diri mereka ‘Prince Kibum and Princess Kyunnie’ tengah berdansa ditengah alunan musik bernuansa romantis.

Tangan Kibum memeluk pinggang ramping Kyuhyun erat. Sedangkan kedua tangan Kyuhyun melingkar di leher Kibum.

Keduanya terhanyut, menyelami pikiran mereka masing-masing.

Namun Kibum tidak begitu menyukai keheningan seperti ini. Jadi ia mencoba mencari topik untuk berbicara dengan Kyuhyunnya.

“Princess?” panggil Kibum memecah keheningan.

“Ne?” sahut Kyuhyun sambil mengadahkan kepalanya menghadap Kibum.

“Kau tahu tidak, mengapa rambut Barbie kebanyakan berwarna blonde?”

Oh tidak. Apa-apaan dia? Mengapa malah melontarkan teka-teki seperti itu? ==’

“Hah? Tidak. Memangnya kenapa?” Kyuhyun yang malah mengira Kibum akan menggombalnya bertanya.

“Karena kalau botak berarti bukan Barbie, tapi Dedy Cobuzier.” Jawab Kibum polos.

Kyuhyun sweatdrop. Ia kira Kibum ingin menggombalnya, ternyata malah ingin melawak.

“Baiklah, aku akan serius. Aku ingin meminta sesuatu.” Ucap Kibum tiba-tiba.

Kyuhyun menatapnya, seakan bertanya –apa?-

“Maukah kau memanggilku ‘oppa’ satu kali saja?” pinta Kibum.

“Mwo?”

“Eum… kalau kau tidak mau juga tidak apa. Lupakan saja.” Ujar Kibum sambil tersenyum maklum pada Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat berfikir.

“Kibummie” panggilnya.

“Ne?”

Kyuhyun mendekatkan mulutnya ke telinga Kibum dan berbisik pelan.

“Kibummie oppa ya, saranghae~”

Kibum membatu. Ia tidak menyangka Kyuhyun akan menuruti permintaannya dan mengucapkan ‘saranghae’ dengan nada manja seperti itu.

Kibum menatap Kyuhyun dalam. Lalu perlahan mengeliminasi jarak antara mereka. Ia mulai menempelkan bibirnya dengan bibir Kyuhyun lalu melumatnya perlahan saat Kyuhyun membalas ciumannya.

Tak lama kemudian keduanya melepas tautan bibir mereka dan saling melempar senyum manis.

“Saranghae My Princess Kyunnie ya.”

“Nado saranghae Kibummie oppa.”

Prince Kibum love Princess Kyuhyun

FOREVER

Hello hello nuni majuchimyeonL-O-L-O-V-E naneun malhae
Mello mello urin L-O-L-O-V-E-L-O-L-O-V-E(Only U)
I’m only think about U
Hello hello 
눈이마주치면L-O-L-O-V-E 나는말해
멜로멜로우린L-O-L-O-V-E-L-O-L-O-V-E (Only U)
I’m only think about U

Hello hello, when our eyes meet I speak of L-O-L-O-V-E
Melo, melo, we’re in L-O-L-O-V-E-L-O-L-O-V-E (Only U)
I’m only think about U

.

.

.

.

.

END

Done~

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

Wanna like dan comment?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat yeosaeng nya Kyuhyun dan Taehyung noona nya Jungkook.

Han EunKyo

 

Gara-Gara Bugsy

Image

Title: WonKyu Humor-Hurt Fict

Chapter 1 : Gara-gara Bugsy

Author : Han Eun Kyo a.k.a AmandaKyo

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun

Pair: WonKyu (Siwon Kyuhyun)

Genre : Romance, Hurt or Humor?

Rated : T

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM entertaiment. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

Warning : YAOI! JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

Summary : Just a Humor-Hurt stories of WonKyu. Chapter 1 : Gara-gara Bugsy (Slight HaeHyuk). “APA?”/ “KAU SELINGKUH HYUNG?” / Bagaimana bisa namjachingunya itu menuduhnya selingkuh? Demi Tuhan, bahkan niat untuk berselingkuh saja tidak pernah terlintas di benaknya / “Jadi yang membuat kalian bertengkar tak jelas ini hanya…” / “Ayo kita pergi, Hae!”.

 

Penasaran?

Check it out!

 

Gara-gara Bugsy

Han Eunkyo

Present

 

 

HAPPY READING

 

Seorang namja manis tengah bersenandung kecil sambil menatap layar lapotopnya. Cho Kyuhyun, namja manis yang merupakan anggota termuda dari boyband asal Korea Selatan yang sudah mendunia dan melegenda ini tengah bermain Twitter.

 

Bibirnya menyunggingkan senyum kecil ketika ia membaca mention-mention dari para fansnya.

 

Matanya membulat ketika melihat seorang fans yang menggunakan foto dirinya dengan Seohyun, digabungkan dengan foto Siwon dengan Yoona.

 

Tanpa peduli apa yang ditulis oleh Sparkyu itu, ia langsung melihat profil fansnya itu.

 

“Eoh? Dia WonKyu shipper. Bahkan HaeHyuk shipper juga” ucapnya sambil menunjuk ava dan background picture sang fans.

 

Dengan penasaran ia kembali ke halaman notification nya, dan membaca sederet tulisan di bawah foto itu.

 

@ koizumiamanda: YoonWon and SeoKyu? Don’t think so. It’s WonKyu and YoonSeo! WonKyu is L.O.V.E and YoonSeo is S.I.S.T.E.R!

 

“Haha! Itu benar! Benar!” serunya semangat sambil terkekeh.

 

Ia kembali membaca tulisan-tulisan dari fansnya yang lain.

 

Namun,

 

“APA?”

.

.

.

.

.

Donghae dan Eunhyuk yang sedang bermesraan sambil menonton Finding Nemo kaget saat melihat Kyuhyun yang berjalan cepat keluar dorm.

 

“Kau mau kemana, Kyunnie?” tanya Donghae heran.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Namun Donghae dan Eunhyuk melihat Kyuhyun menghapus air matanya sekilas.

 

Kedua namja bermarga Lee itu saling berpandangan. Beberapa detik kemudian mereka berlari mengejar Kyuhyun.

 

“Aish! Dia sudah pergi!” rutuk Donghae ketika melihat Kyuhyun menaiki taksi.

 

Tiba-tiba Eunhyuk datang dengan mengendarai mobilnya.

 

“Ayo Hae!”

.

.

.

.

.

Brak!

 

Siwon yang tengah berbicara dengan Bugsy -anjing peliharaannya- tersentak kaget ketika mendengar orang tak berperasaan menutup pintu depan apartemennya dengan kasar setelah sebelumnya ia mendengar orang itu membuka pintu dengan tidak sabaran.

 

“BabyKyu” panggil Siwon ketika melihat orang tak berperasaan itu adalah namjachingu tercintanya.

 

Siwon akan memeluk Kyuhyunnya, namun ia urungkan nianya ketika melihat pipi Kyuhyun yang basah karena air mata dan mata yang sembab.

 

“Waeyo, Baby? Kau kenapa?” tanya Siwon lembut.

 

“KAU SELINGKUH HYUNG?”

 

Donghae dan Eunhyuk yang ikut masuk ke dalam apartemen Siwon –tanpa Siwon dan Kyuhyun sadari- kaget.

 

‘Siwon selingkuh?’

 

“A…apa maksudmu, sayang? Aku tidak pernah selingkuh-“

 

“BOHONG!”

 

Kyuhyun mencengkram dadanya. Terasa sesak sekali. Rasanya sesak sekali saat melihat pacarmu bermain api di belakangmu, walaupun itu hanya dengan… Um, kita lihat saja dengan siapa Siwon selingkuh nanti.

 

Siwon menatap Kyuhyun dengan pandangan sakit.

 

Bagaimana bisa namjachingunya itu menuduhnya selingkuh? Demi Tuhan, bahkan niat untuk berselingkuh saja tidak pernah terlintas di benaknya.

 

“Kyunnie, dengarkan aku-“

 

“TIDAK!”

 

“Kau selalu mengupload foto kalian berdua di Twittermu!” seru Kyuhyun dengan nafas memburu.

 

Siwon menatap Kyuhyun.

 

“Kau juga selalu makan bersamanya, bermain bersamanya, bahkan tidur bersamanya!”

 

Donghae dan Eunhyuk benar-benar kaget kali ini. Mereka tidak menyangka jika seorang Choi Siwon tega melakukan itu pada dongsaeng kesayangan mereka. Dalam hati mereka mulai merencanakan akan membunuh Siwon jika Siwon tidak bisa membuat hubungannya dengan Kyuhyun baik kembali.

 

Siwon terdiam. Ia mulai mengerti siapa ‘selingkuhan’nya yang dimaksud Kyuhyun.

 

“Ah” Siwon menyeringai.

 

“Jangan egois, Kyu! Kau juga seperti itu!”

 

“Kau lebih mementingkannya daripada aku. Kau bilang tidak bisa hidup tanpanya. Kau juga selalu mengacuhkanku saat bersamanya!”

 

Kyuhyun terdiam. Tak menyangka Siwon akan membalasnya.

 

“Tapi itu hanya PSP hyung!” balas Kyuhyun.

 

“Itu juga hanya Bugsy, sayang!” seru Siwon tak mau kalah.

 

 

Samar-samar lagu ‘Potong Bebek Angsa’ yang diputar oleh Leeteuk, tetangga mereka terdengar.

 

Bugsy yang merasa namanya disebut menatap Siwon heran.

 

Donghae dan Eunhyuk yang memang mendengarkan mereka sedari tadi mulai merasa mual. Mereka dengan cepat berjalan kearah Siwon dan Kyuhyun dan…

 

Plak!

 

Mereka menggeplak kepala Siwon dan Kyuhyun seenak jidat Yesung.

 

“Jadi yang membuat kalian bertengkar tak jelas ini hanya seonggok Bugsy dan seekor PSP?” tanya Eunhyuk geram.

 

Ketiga namja lainnya malah heran mendengar kata ‘seonggok’ dan ‘seekor’ yang Eunhyuk letakkan tidak pada tempatnya.

 

“Ayo kita pergi, Hae!” ajak Eunhyuk, menarik tangan Donghae keluar apartemen Siwon.

 

Bugsy yang juga melihat pertengkaran itu dari tadi hanya menggelengkan kepalanya pasrah.

 

‘Apa salah beta? Sumber air su dekat’ batinnya gaje. Lalu meninggalkan pasangan WonKyu yang kini malah asyik berciuman.

.

.

.

.

.

END

 

Makasih banyak buat chingudeul yang udah baca ^^

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

Wanna like and comment?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat author.

Han EunKyo

 

 

Some

Title: Some

Author : Han Eun Kyo a.k.a Amanda (@ koizumiamanda)

Cast :

  • Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun

Pair: WonKyu (Siwon Kyuhyun)

Genre :Romance & Humor

Rated : K+

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka, SM ent. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

Warning : JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

Note : FF ini dibuat sebagai ganti dari kesedihan para readers di FF ‘PAINKILLER’ karena Eunkyo bikin FF itu sad end dan Kyunnienya meninggal. Dan juga karena Eunkyo sering bikin FF sad end T.T . Ide cerita terbayang saat mendengarkan lagu ‘Some’ milik Soyou dan Jung Gigo.

Summary : Just a short story of WonKyu. Kisah masa pacaran Choi Siwon –aktor papan atas- dengan Cho Kyuhyun –koreografer- yang manis namun aneh. Siwon yang tidak peka. Siwon yang tidak romantis. Siwon yang selalu terlambat saat kencan. Siwon yang tidak memahami keinginan Kyuhyun. Namun kencan kali ini membuat Kyuhyun menangis bahagia. Apakah yang terjadi?

Penasaran?

Check it out!

 

Some

Han Eunkyo

Present

 

 

HAPPY READING

 

“Kemana kuda itu? Lama sekali!” rutuk seorang namja cantik yang duduk di bangku halte bis sambil menenggelamkan kepalanya diantara lututnya.

Siang ini ia ada janji dengan namjachingu yang sangat dicintainya, Choi Siwon. Namun ini sudah lewat satu jam dari janji mereka! Belum lagi hujan deras. Aish! Rasanya namja cantik bernama Cho Kyuhyun itu ingin menjual namjachingunya ke peternakan kuda nanti!

“Dingin” lirihnya lagi.

Bisikan-bisikan dari orang-orang di halte mulai terdengar.

“Abaikan saja! Mungkin dia gila”

“Cantik cantik kok gila ya? Sayang sekali!”

“DIAM!” teriaknya. Namun bisikan-bisikan itu masih terdengar.

Tanpa berniat meladeni orang-orang yang menatapnya aneh -yang kebetulan sedang menunggu bis atau sekedar berteduh- namja cantik itu tetap saja meluncurkan rutukan maupun lirihan dari bibir sexynya.

“Ani ani! Lebih baik aku panggang saja. Lalu aku jual di pasar. Manatau kuda panggang bisa laku keras”

Tiba-tiba seorang namja tampan berlari ke arah Kyuhyun.

“Mianhae, baby! Tadi eomma menyuruhku membersihkan kamar mandi dulu, jadi aku terlambat. Hehe”

“Whoa… Itu Choi Siwon?”

“Wah… sedang apa dia disini?”

Rasanya Kyuhyun ingin mencekik, menyayat ataupun langsung membunuh namja tampan dihadapannya yang malah nyengir kuda ini.

“Siapa?” tanya Kyuhyun, tersenyum evil dalam hati.

“Aku! Aku disuruh-“

“YANG PEDULI?!” teriak Kyuhyun sebelum Siwon menyelesaikan kalimatnya.

‘Siapa yang peduli’ ya? Sejak kapan Kyuhyun nonton ‘The Comment’?

“Baby~”

“APA?”

Siwon menahan malu ketika orang-orang yang berada di halte menertawainya karena diteriaki oleh namjachingunya sendiri.

“Baby~ Choi Kyuhyunku sayang, jeongmal mianhae. Tapi eomma benar-benar menyuruhku tadi. Aku tidak bisa menolak perintah eomma, kau tahu sendiri kan sayang?” Siwon mulai merayu Kyuhyun.

“Mianhae Kyunnie. Mianhae Mianhae Mianhae Mianhae Mianhae”

Kyuhyun menghela nafas kasar.

“Iya. Iya.”

“Hehe. Choi Kyuhyun memang yang terbaik!” seru Siwon sambil memeluk Kyuhyun erat.

“Ooh… So sweet~” gumam hampir semua orang disana.

“Aish! Sok romantis! Aku kan jadi merindukan namjachinguku yang sedang WaMil!” gumam seorang yeoja sambil menangis bareng Eunkyo (eh?)

“Koran! Koran!”

Kyuhyun melirik salah satu koran yang dibawa tukang koran itu.

Disana ada berita paling hot yang judulnya ditulis dengan huruf yang sangat besar dan tebal.

CHOI SIWON DAN KIM HEECHUL BERKENCAN?

Kyuhyun langsung melepaskan pelukan Siwon, lalu menarik koran itu dengan paksa.

“Neng, bayar-“ sang penjual koran membungkam mulutnya yang ingin mengeluarkan protes, karena melihat tatapan tajam Kyuhyun padanya. Tidak terlalu seram juga sih. Hanya saja tatapan mata Kyuhyun mengingatkannya pada film horor yang baru saja ditontonnya tadi pagi.

Kyuhyun membaca berita itu sekilas.

‘Aktor tampan Choi Siwon terlihat sedang makan malam bersama Kim Heechul –anggota Chocoballs Band- Sabtu malam, 26 April 2014 lalu’

Tanpa berniat membacanya lebih jauh, Kyuhyun melempar koran itu tepat ke wajah Siwon. Lalu beranjak pergi dari sana.

Siwon yang kebingungan mengambil koran yang dilempar Kyuhyun padanya, lalu membacanya sekilas.

Siwon menggeram marah. Ia menatap sang penjual koran dengan tajam.

Sang penjual koran yang tidak tahu apa-apa hanya balas menatapnya polos.

“Mana uangnya?”

“NIH!” seru Siwon menyerahkan beberapa uang kertas pada sang penjual koran.

Siwon langsung beranjak pergi. Namun masih beberapa langkah,

“Chogi…” sang penjual koran menghentikannya.

“Apa lagi?” Siwon mencoba sabar.

“Ini kurang, bang”

‘AKKHHH!!!’

“Siapa namamu?”

“Lee Sungmin, bang. Waeyo?”

“Oke, aku akan mengirimkan sisanya ke rekeningmu. Saat ini aku sedang buru-buru!” ujar Siwon sambil berlari mengejar Kyuhyun.

Meninggalkan sang penjual koran yang ternganga.

‘Eh?Tadi dia tanya nama atau nomer rekening, sih?’

“Ish! Kalo nggak punya duit bilang aja!” teriak penjual koran kesal.

.

.

.

.

.

“Tunggu, Kyu!”

Akhirnya Siwon bisa mengejar Kyuhyun. Kini mereka berada dalam gedung SM entertaiment. Ia mencekal lengan Kyuhyun yang ingin kabur.

“Itu hanya gosip, sayang. Aku tidak berkencan dengan Kim Heechul”

“Tapi hyung pergi dengannya kan? Hyung makan malam bersamanya, kan?”

“Iya. Hyung memang makan malam dengannya. Tapi itu hanya makan malam biasa sayang. Dia mentraktirku karena aku berhasil menjodohkannya dengan namja pujaan hatinya”

“Jeongmal? Tidak bohong?” Kyuhyun menatap Siwon ragu.

“Ne! Aku tidak pernah berbohong padamu, sayang” ucap Siwon yakin.

“Baiklah, aku-“

“Yo! Choi Siwon!”

Kyuhyun membungkam mulutnya. Tidak jadi menerima maaf dari namjachingunya. Karena namja yang dari tadi mereka bicarakan malah dengan santainya memanggil dan menepuk bahu Siwon.

“E..eh? Heechul-ah”

Kyuhyun melangkah pergi dari sana. Ia menghentak-hentakkan kakinya keras saat berjalan. Seperti anak kecil saja.

“Aish! Aku pergi dulu ne” pamit Siwon, kembali mengejar Kyuhyun.

Meninggalkan Heechul yang menatap mereka heran.

‘Pasangan aneh’ batinnya.

.

.

.

.

.

Kyuhyun masih ngambek.

Yah, dan selama seharian ini Siwon mengikuti Kyuhyun kemanapun dan mengikuti apapun yang Kyuhyun lakukan.

“Jadi, saat ‘deo dangdanghage neon! Mr. Mr. ‘ gerakannya seperti ini”

Saat ini Kyuhyun sedang melatih girlband Girls’ Generation menarikan koreo baru untuk lagu mereka.

Dan polosnya Siwon juga ikut menari di belakang Kyuhyun bersama dengan member SNSD yang lain.

Kini bukan hanya Kyuhyun yang terganggu dengan kehadiran Siwon, namun member SNSD juga. Daritadi Siwon –yang mengikuti koreo Kyuhyun- sering oleng dan menabrak member-member SNSD di dekatnya.

“Aish!”

“Yak!”

“Saem! Namja itu anggota baru kita ya?” tanya Sooyoung menyindir Siwon.

Kyuhyun menghela nafas kasar.

“Jangan ikuti aku, Choi Siwon!” sentak Kyuhyun.

“Aku akan berhenti setelah kau memaafkanku, baby”

“Cie cie… Namjachingu saem ya? Udahlah, maafin aja” seru Yuri heboh.

“Mianhae baby” Siwon yang serasa mendapat dukungan malah semakin gencar minta maaf pada namja cantiknya itu.

Kyuhyun merasa ada yang menarik ujung kaus yang dipakainya. Lalu melihat kebawah. Betapa kagetnya ia saat menemukan Yoona berlutut padanya dan menarik-narik ujung bajunya seperti anak kecil.

“Maafin Siwon ya, Kyu” ucap Yoona polos. Seketika Kyuhyun teringat iklan yang dulu pernah ngetren itu.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya frustasi. Kenapa anak-anak didiknya ikutan membela Siwon, sih?

“Baiklah. Baiklah. Sekarang pergilah dari sini, Choi!” usir Kyuhyun.

“Jeongmal? Yes! Baiklah, baby. Aku tunggu kau di luar” seru Siwon semangat sambil berlari ke luar. Tak lupa sebelumnya ia mengecup pipi Kyuhyun kilat.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya lelah melihat kelakuan namjachingunya. Namun wajahnya memerah. Anggota SNSD yang melihatnya mulai menggoda Kyuhyun.

.

.

.

.

.

Lima jam sudah Siwon menunggu Kyuhyun selesai dari pekerjaannya. Saat ini ia sedang bersantai di Kafe yang berada di dalam gedung SM Entertaiment, tempat ia bekerja sebagai aktor dan juga tempat Kyuhyun bekerja sebagai koreografer.

Seseorang menepuk pundaknya.

Siwon yang tengah menikmati fasilitas WI-FI gratis menoleh.

“Sudah selesai, baby?”

Kyuhyun mengangguk.

“Kenapa kau menungguku? Ini sudah malam, Wonnie”

Siwon hanya tersenyum. “Ayo kita pergi!” serunya sambil menggenggam tangan Kyuhyun, lalu menariknya pergi.

Padahal dalam hatinya, ‘Yah tidak apalah aku menunggumu, sayang. Tadikan aku juga internetan gratis. Hehe’.

.

.

.

.

.

“Karaoke?”

“Ne.”

Kyuhyun yang diajak Siwon ke tempat karaoke tersenyum senang.

‘Pasti Wonnie ingin berduaan denganku. Hm… Kami akan bernyanyi lagu yang romantis berdua! Lalu memesan wine. Lalu… hehehe’

Oke. Kini pikiran Kyuhyun mulai mesum.

“Kenapa kau tersenyum, Kyunnie?” tanya Siwon heran.

“Aniyo! Kajja kita masuk!” seru Kyuhyun semangat sambil menarik lengan Siwon.

‘Lagu apa yang romantis ya? Ah! Atau… lagu apa yang erotis ya?’

.

.

.

.

.

Kyuhyun menatap Siwon yang asyik bernyanyi dengan tatapan kesal.

Eh? Tadi kan Kyuhyun yang paling semangat, kenapa sekarang ia kesal?

Haha. Ternyata impian Kyuhyun ingin bernyanyi romantis –ataupun erotis- bersama Siwon musnah sudah.

Sejak lagu pertama sampai sekarang Siwon selalu menyanyikan lagu Rock ataupun lagu Latin yang Kyuhyun tidak mengerti artinya.

Seperti saat ini,

“ In the end…“

“Ayo ikut bernyanyi, Kyu!” ajak Siwon pada Kyuhyun yang sedang duduk manis sambil meminum orange juicenya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kesal.

Siwon melanjutkan nyanyiannya.

‘Dia mengabaikanku, hah?’

“AKU MAU PULANG!” teriak Kyuhyun saat Siwon memilih lagu berikutnya.

“Waeyo Kyu? Kau tidak suka? Bukankah kau suka menyanyi?”

“AKU TIDAK SUKA LAGU ROCK!” teriak Kyuhyun lagi.

Siwon kaget. Ia baru ingat kalau Kyuhyun tidak menyukai lagu rock.

“Ah! Mianhae baby!” Siwon duduk disamping Kyuhyun.

“Berhenti minta maaf! Aku bosan!”

“Baiklah. Bagaimana kalau besok kita berkencan sebagai gantinya?” bujuk Siwon.

“Kencan? Kalau kau mengajakku menonton band rock aku tidak mau!”

“Ani. Ani! Kita ke taman saja! Lalu beli es krim kesukaanmu!”

Senyum Kyuhyun terkembang.

“Oke!”

“Good boy!” Siwon mengecup kening Kyuhyun.

“Sekarang biarkan aku menyanyikan lima lagu lagi, lalu kita makan ne?”

Lalu kembali ke pekerjaannya sebelumnya, memilih lagu selanjutnya untuk dinyanyikan. Setelah selesai, Siwon mulai menyanyi lagu rock lagi.

Kyuhyun menggeram marah.

Tapi saat teringat kata-kata Siwon jika mereka akan berkencan besok, ia hanya terdiam menunggu Siwon selesai bernyanyi.

‘Dasar kuda tak tahu diri’

.

.

.

.

.

Lagi-lagi Kyuhyun duduk dengan tidak sabaran sendirian. Kali ini ia menunggu Siwon yang janjian kencan dengannya di taman. Namun seperti kencan-kencan yang sebelumnya, Siwon selalu terlambat.

Namun kali ini Siwon terlambat lebih lama dari biasanya. Ia terlambat tiga jam!

Kyuhyun ingin menangis rasanya. Apalagi ia melihat banyak pasangan yang bermesraan di taman ini.

Kyuhyun berdiri. Memutuskan untuk pulang saja.

Namun,

“Sayang”

Kyuhyun membalikkan badannya ketika ada yang menahan lengannya dan memanggilnya.

“Kau datang?” tanya Kyuhyun sinis.

Siwon hanya nyengir kuda. “Mianhae baby. Jalanan macet. Kau tahu sendirikan jika jam-jam segini jalanan macet?”

“Tapi kau terlambat tiga jam, Siwon. Aku tahu jalanan macet. Tapi saat aku berangkat TIGA JAM LALU jalanan belum terlalu macet” jelas Kyuhyun tidak sabar.

“Maafkan aku, sayang. Sebenarnya satu jam sebelum aku berangkat aku menjenguk Heechul yang dirawat di rumah sakit.” Ungkap Siwon.

Kyuhyun menghela nafas kasar.

Lagi-lagi Heechul.

Tapi Siwon sudah jujur padanya, tak apalah.

Kyuhyun kembali duduk di tempatnya semula. Diikuti oleh Siwon, yang menggenggam tangannya erat.

“Kau memaafkanku, kan?”

Kyuhyun mengangguk pelan.

.

.

.

.

.

Sudah satu jam Siwon dan Kyuhyun bercengkrama di taman indah ini. Mereka saling bercerita tentang apa yang terjadi hari ini. Kadang juga mereka diam, namun dengan Siwon yang mengelus kepala Kyuhyun. Kadang juga mereka bernyanyi dengan earphone yang dibagi berdua.

Namun semua itu hanyalah khayalan Kyuhyun saja =.=

Nyatanya selama sejam Kyuhyun harus rela melihat Siwon yang tertidur. Kyuhyun yang mulai bosan, mulai memanggil namjachingunya yang tertidur lelap itu.

“Siwonnie~”

“Siwon~”

“CHOI SIWON!”

Akhirnya Siwon terbangun karena Kyuhyun sekuat tenaga berteriak di kuping Siwon.

“Ada apa, sayang?” tanya Siwon polos, menatap Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan datar.

“Kalau kau mengajakku kencan hanya untuk melihat bagaimana wajah bodohmu itu saat tidur, lebih baik aku pulang”

“Eh, maaf sayang. Maaf aku ketiduran.”

‘Maaf, maaf. Selalu maaf!’ batin Kyuhyun kesal.

Kenapa sih namjachingunya tidak bisa bersikap romantis sekali saja? Atau paling tidak, kenapa sih namjachingunya hobi membuatnya kesal?

Kyuhyun –lagilagi- menghela nafas.

Siwon mengecup dahi Kyuhyun lembut. Membuat Kyuhyun tersenyum tertahan.

“Itu!” Kyuhyun menunjuk sepasang kekasih yang duduk dekat mereka.

Sepasang kekasih itu terlihat cukup mesra. Dengan kepala sang namja yang tiduran di paha kekasihnya, lalu kekasihnya mengelus-elus surai sang namja.

“Ah!” seru Siwon mengerti –atau sok mengerti.

Siwon melempar sepasang kekasih itu dengan batu kerikil.

Sontak sepasang kekasih itu berdiri dan menatap Siwon dan Kyuhyun tajam.

‘Bodoh!’

“Mianhamnida. Mianhamnida” ujar Kyuhyun minta maaf sambil membungkukkan badannya berulang kali.

Lalu Kyuhyun kembali duduk.

“Apa yang kau lakukan?” kesalnya.

“Lho? Aku kira kau terganggu dengan posisi mereka. Makannya aku melempar mereka” balas Siwon polos.

Kyuhyun sekali lagi menghela nafas kasar.

‘Tenang, Kyuhyunnie. Tenang. Dia pacarmu satu-satunya. Nanti jika kau sudah berkencan dengan Al, Rasya ataupun Kevin Aprilio, baru kau bisa membunuh namja ini’

“Baiklah. Aku mau es krim!” pinta Kyuhyun.

“Oke!” Siwon merogoh kantung celananya. Ia kelihatan panik.

Kyuhyun menatapnya heran.

“Ada apa?”

“Dompetku dimana? Aish! Pasti jatuh disuatu tempat ketika aku berlari tadi!” jawab Siwon sambil mengecek seluruh kantung pakaiannya.

“AKH!!!” Kyuhyun menarik rambutnya frustasi.

“Sudahlah! Aku tidak ingin es krim!” seru Kyuhyun kesal sambil menarik Siwon untuk kembali duduk bersamanya.

Siwon menatap Kyuhyun menyesal. Ingin rasanya ia meminta maaf lagi, namun rasanya Kyuhyun sudah sangat bosan mendengar kata ‘maaf’ yang terucap dari bibirnya.

Siwon melihat Kyuhyun yang terus memperhatikan seorang namja yang duduk sendirian di bangku taman. Namun tak lama kemudian seorang namja lagi datang tiba-tiba sambil menyodorkan setangkai mawar merah pada namja pertama tadi. Namja pertama kaget, lalu memeluk namja yang kedua dengan erat.

“Kau mau bunga?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya, kini menatap Siwon dengan ekspresi memelas.

“Baiklah! Tunggu sebentar ne!” Siwon terlihat mencari sesuatu. Setelah ia mendapatkannya, namja berlesung pipi itu memberikan benda yang dicarinya pada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Siwon dan bunga –sekaligus POT BUNGA- yang dibawa Siwon.

“Jangan mencuri, Siwon! Itu tidak baik” nasehat Kyuhyun ‘sabar’. Lalu beranjak dari bangku taman.

“Kau mau kemana, sayang?”

“Pulang” jawab Kyuhyun singkat.

“Jangan mengejarku atau kita putus!” ancam Kyuhyun ketika melihat Siwon yang ingin mengejarnya.

Siwon menatap Kyuhyun yang berjalan menjauh sendu.

.

.

.

.

.

Kyuhyun berhenti berjalan ketika merasa sudah jauh dari Siwon.

“Aish! Seharusnya aku tidak mengancamnya seperti itu! Dan juga, seharusnya aku lebih sabar menghadapinya! Kami pacaran bukan satu atau dua tahun saja. Ish! Kenapa aku tadi badmood sih?” gumam Kyuhyun menyesal.

“Tapi tadi aku kan bilang kalau aku ingin pulang. Kalau aku balik lagi, sama saja menelan ludah sendiri!” Kyuhyun kembali gengsi.

Tiba-tiba ia melihat seorang namja kecil yang memegang sebuah benda sambil menatap setiap orang yang ditemuinya, seakan sedang mencari seseorang. Kyuhyun berjalan mendekati anak itu.

‘Hei! Itukan dompet Siwon!’

“Ah! Ahjumma! Akhirnya aku menemukan pemilik dompet ini!” ucap anak kecil itu lega.

Kyuhyun yang dipanggil ahjumma merasa kesal.

“Aku bukan seorang ahjumma, bocah! Dan juga, kenapa dompet itu bisa ada ditanganmu?”

“Tadi saat aku membeli es krim di dekat parkiran, aku melihat dompet ini jatuh. Jadi aku mencari pemiliknya, ahjumma. Eomma bilang kita sebagai manusia harus saling tolong menolong”

Kyuhyun ternganga. Kenapa anak kecil ini terlihat dewasa sekali?

“Oh iya. Song Raebyung imnida!” ucapnya memperkenalkan diri.

“Cho Kyuhyun imnida. Lalu kenapa kau bilang aku pemiliknya?”

“Ini!” namja kecil bernama Raebyung itu menunjukkan foto-foto yang ada dalam dompet Siwon.

Kyuhyun tersenyum.

Semua foto yang ada dalam dompet Siwon adalah fotonya dengan namja berlesung pipi itu. Namun ada dua foto Kyuhyun sendiri juga disana.

“Jadi, ahjumma pemilik dompet ini, kan?”

“Aish! Sudah aku bilang jangan panggil aku ahjumma! Bukan, ini milik namja itu” seru Kyuhyun, menunjuk wajah Siwon di foto.

“Oh! Jadi ini punya suami noona ya? Baiklah! Ini! Kembalikan pada suamimu ne, noona! Tenang saja, aku tidak mengambil apapun. Bye-bye noona cantik!”

Belum sempat Kyuhyun membalas ucapan namja itu, Raebyung keburu kabur.

Kyuhyun menggeram. ‘Tadi ahjumma, sekarang noona. Dia bilang noona cantik lagi! Tapi, apa aku memang cantik ya?’ tanya Kyuhyun dalam hati. Ia tersenyum malu.

“Ah! Aku harus mencari Siwon!”

.

.

.

.

.

Kyuhyun menyerah!

Namja manis ini sudah mencari Siwon ke sekeliling taman, namun ia tidak melihat Siwon.

Kyuhyun duduk di bangku taman tempat ia duduk bersama Siwon tadi. Perasaan menyesal menyelimuti hatinya.

“Mianhae Wonnie”

Pluk

Ia menoleh kebelakang, ke arah orang iseng yang melemparnya dengan batu kerikil.

“Eoh? Raebyung-ah?”

“Ttarahae, noona!”

Kyuhyun mengikuti bocah yang baru dikenalnya itu bingung.

Mereka terus berjalan hingga Raebyung berhenti di tempat yang sepi. Ini masih di taman, namun entah kenapa tidak ada orang disini. Lalu menyerahkan setangkai bunga mawar pada Kyuhyun.

“Selamat menempuh hidup baru, calon ahjummaku” ucapnya lalu berlari meninggalkan Kyuhyun.

“Hah?”

‘Selamat menempuh hidup baru?’ ‘Calon ahjumma?’

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Ia rasa kepala bocah itu terbentur di suatu tempat.

Ia kembali menoleh ke depan. Seketika ia membatu.

Disana ada Siwon, sedang duduk di sebuah kursi sambil memainkan gitar. Pakaiannya pun sudah berganti. Kini Siwon memakai jas hitam yang dipadukan dengan celana hitam dan kemeja putih.

Dan Kyuhyun baru sadar setelah melihat ke bawah, ternyata beberapa tangkai bunga mawar mewah membentuk hati telah melingkari tempatnya berdiri.

Siwon mulai melantunkan lagu ‘Marry U’ milik boyband favorite Kyuhyunnya, SUPER JUNIOR.

Kyuhyun hanya menatapnya tanpa berkedip.

Siwon tersenyum sangat manis setelah lagu selesai.

“Cho Kyuhyunku sayang, sampai kapan kau akan berdiri disana?” tegur Siwon, membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Kyuhyun perlahan berjalan ke arah Siwon. Hingga ia berdiri tepat di hadapan Siwon yang kini juga telah berdiri.

Namun sesaat kemudian Siwon berlutut di hadapannya.

“Cho Kyuhyunku sayang, kita telah lama berpacaran. Aku rasa waktu yang lama itu cukup untuk kita lakukan sebagai pendekatan. Dan sekarang, aku, Choi Siwonmu yang bodoh dan tidak peka ini ingin membawamu ke hubungan yang lebih indah”

Siwon mengeluarkan sebuah kotak kecil dalam saku jasnya. Lalu membukanya.

Kyuhyun hampir menangis –terharu-. Ia menatap cincin emas putih dengan mata biru Shappire dalam kotak kecil itu.

Ia menatap Siwon.

“Would you marry me, Cho Kyuhyun? Maukah kau menggunakan margaku di depan namamu mulai saat ini? Maukah kau menjadi pendamping hidupku, yang setia menemaniku saat suka maupun duka?”

Kini Kyuhyun tidak dapat membendung air matanya. Dengan air mata yang mengalir Kyuhyun tersenyum, lalu mengangguk.

“Iya, Choi Siwon. Tentu saja aku mau, bodoh!” Kyuhyun tertawa disela tangisnya.

Siwon tersenyum lembut. Dengan lembut ia memakaikan cincin itu di jari Kyuhyun.

Siwon berdiri. Dengan cepat ia rengkuh tubuh kekasih manisnya ke dalam pelukan hangatnya.

“Kenapa kau menangis, sayang? Uljima” ucap Siwon sambil terkekeh pelan.

“Aish! Hiks”

Siwon melepas pelukannya. Ia menatap Kyuhyun yang balas menatapnya lembut.

“Saranghae Choi Kyuhyun”

“Nado saranghae, Choi Siwon”

Perlahan Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, menghapus jarak diantara mereka. Masih dengan menatap mata kekasihnya.

Kyuhyun yang merasakan bibir Siwon menempel di atas bibirnya refleks menutup matanya. Ia mulai melingkarkan lengannya di leher Siwon ketika Siwon menciumnya semakin dalam. Siwon menarik tubuh Kyuhyun mendekat. Ia memeluk pinggang kekasihnya yang terasa sedikit berisi, namun juga tidak gemuk. Siwon melumat bibir atas dan bibir bawah Kyuhyun bergantian dengan lembut. Kyuhyun pun membalas ciuman itu dengan tak kalah lembut.

Plak!

Siwon dan Kyuhyun mengakhiri ciuman mereka saat seseorang dengan tidak-ber-pri-ke-manusia-an menepuk kepala mereka dengan, ehm, koran mungkin?

“Appa?”

“Annyeonghaseyo ahjusshi”

Sapa Kyuhyun dan Siwon ketika melihat Appa Cho berdiri di hadapan mereka.

“Aish! Anak-anak ini memang sudah tidak sabar untuk dinikahkan.” Rutuk Eomma Choi.

“Eomma?”

“Ahjumma?”

Siwon dan Kyuhyun melihat sekeliling mereka. Semuanya ada disana. Appa dan Eomma Choi, Appa dan Eomma Cho, Cho Ahra, Choi Jiwon, Han Eunkyo (Eh?) dan seorang bocah yang terlihat familiar.

“Raebyung?” Kyuhyun terlihat kaget.

“Kau mengenal bocah itu?” tanya Kyuhyun pada Siwon.

“Ne. Dia keponakanku. Tepatnya anak dari sepupuku. Namun kedua orang tuanya sedang tugas di luar negri, jadi Raebyung dititipkan pada kami”

‘Ah, pantas tadi ia memanggilku calon ahjummanya’

“Jadi ini semua rencanamu?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Aku tahu ini kurang romantis, tapi-“

“Gwaenchana!” potong Kyuhyun, tersenyum lembut pada Siwon.

“Setidaknya ini hal teromantis yang pernah kau lakukan untukku, Siwonnie”

Siwon menatap Kyuhyun lembut, tidak peduli dengan orang-orang di sekitar mereka yang geleng-geleng kepala.

“Ayo kita pulang saja! Padahal tadinya kami ingin langsung membawa kalian ke pernikahan yang telah kami siapkan, tapi ternyata kalian mengabaikan kami” sindir Eomma Choi.

“E-eh! Tunggu eomma!” Siwon berlari ke arah sang Eomma, menarik lengan Eomma nya lembut.

“Apakah itu benar, Eomma?” tanya Kyuhyun pada Eomma Cho, yang berdiri dekat dengannya.

“Ne. Kami juga sudah membelikanmu gaun, sayang”

“Mwo? Tapi aku namja, eomma. Aku tidak mau memakai gaun!”

Eomma Cho tidak memperdulikan Kyuhyun, Eomma Cho malah mengajak Eomma Choi berbicara.

“Huh!” Kyuhyun yang diabaikan mendengus kesal.

“Tidak apa sayang. Kau pasti terlihat cantik dan seksi memakai gaun itu” bisik Siwon di telinga Kyuhyun.

Kyuhyun mencubit pinggang Siwon.

“Jangan bicara yang tidak-tidak, Tuan Choi!”

“Baiklah, Nyonya Choi” balas Siwon, lalu mengecup bibir Kyuhyun kilat.

“Aish!”rutuk Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena kecupan dan panggilan Siwon padanya.

“Oh… Wajahmu merah, Nyonya Choi Kyuhyun” goda Siwon lagi. Bergerak menjauhi Kyuhyun. Karena ia tahu Kyuhyun akan,

“Ish!”

Karena ia tahu Kyuhyun akan mengejarnya.

Sepasang kekasih yang sesaat lagi menjadi sepasang suami-‘istri’ itu saling berkejaran. Membuat keluarga mereka menggeleng-gelengkan kepala.

.

.

.

.

.

END

 

Done~

Makasih banyak buat chingudeul yang udah baca, review, follow ataupun favorite ya~

Mohon Review nya ya…

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

Wanna review?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat author.

Han EunKyo

 

Four Brothers

Title: FOUR BROTHERS

Author : Han Eun Kyo a.k.a Amanda (@ koizumiamanda)

Cast :

Kim Youngwoon

Kim Siwon

Kim Donghae

Kim Kyuhyun

Park Joongsoo

Other Cast:

Ahn Jaehyo BLOCK-B

Kim (Jung) Yunho DB5K (hanya nama)

Shim Changmin DB5K

Genre : Brothership & Angts

Rated : T+ to M

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

Warning : JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the cast!

Note : Fanfict ini terinspirasi dari film ‘Four Brothers’. Alur cerita sedikit sama, tapi ada perubahan dengan watak tokoh dan plot asli.

Summary : Just a family story of Kim Brothers: Kangin, Siwon, Donghae and Kyuhyun. Menyelidiki peristiwa kematian sang Eomma, harus membunuh banyak orang yang terikat dengan kematian sang Eomma, sampai kehilangan salah satu anggota keluarga mereka. Fanfict ini terinspirasi dari film ‘Four Brothers’.

Penasaran?

Check it out!

FOUR BROTHERS

Han Eunkyo

Present

HAPPY READING

Di sebuah malam yang kelam, terlihat seorang yeoja tua yang tengah memasuki sebuah mini market di sebuah perumahan asri namun sepi di sebuah kota yang diberi nama Busan.

Terlihat kerutan yang kentara di wajah yeoja tua itu, namun tidak mengurangi kecantikannya. Rambut sebahunya yang mulai memutih bergoyang indah ditiup angin dingin yang masuk ketika ia membuka pintu mini market itu.

“Annyeonghaseyo Teukie-imo” sapa Changmin, sang pemilik mini market.

Namja tinggi pencinta makanan ini memang sudah sangat dekat dengan Leeteuk, yeoja tua yang baru saja memasuki tokonya. Selain karena Changmin adalah sahabat dekat Kyuhyun –putra bungsunya-, ia juga adalah pelanggan tetap di mini market milik Changmin ini.

“Ah, annyeong Changminnie” balas Leeteuk ramah.

Yeoja tua yang berumur sekitar enam puluh tahunan itu beralih melihat-lihat barang-barang yang tersusun rapi di toko ini.

Namun kegiatannya itu terhenti ketika ia mendengar suara Changmin yang memohon ampun, diiringi dengan suara-suara namja yang terdengar seperti mengancam Changmin.

Leeteuk segera bersembunyi di balik etalase tinggi terdekat. Dan perlahan mengintip apa yang sedang terjadi.

Dapat ia lihat Changmin yang sedang berdiri ketakutan di depan kasirnya sambil mengangkat kedua tangannya. Juga dua orang namja berpakaian serba hitam dengan penutup kepala -hanya menyisakan penutup mata yang terbuka- sedang mengepung Changmin, dengan menodongkan pistol di masing-masing tangan mereka.

“Cepat serahkan uangmu!” perintah salah seorang perampok itu.

Changmin dengan gugup mengambil semua uang dari kotak kasirnya, lalu menyerahkan pada dua perampok tanpa ada selembar uangpun yang tersisa.

“Ini! Ambil semuanya! Tolong pergi! Jangan bunuh aku! Aku tidak akan melaporkan kalian ke polisi” pinta Changmin ketakutan.

Namun…

Dor

“AKH!”

“Aa!”

Leeteuk menutup mulutnya. Ia merutuki mulutnya sendiri, mengapa ia berteriak tadi? Pasti para perampok itu menyadari ada orang lain di tempat ini!

Kedua perampok itu saling berpandangan. Lalu menyeringai sambil berjalan perlahan ke tempat Leeteuk.

‘Bagaimana ini? Mereka akan membunuhku! Bagaimana ini?’

“Ah! Ada orang disini, kawan!” seru salah satu dari kedua perampok itu, berpura-pura baru mengetahui ada Leeteuk disana.

“Ne. Bagaimana kalau kita habisi saja?”

“Tentu. Kita akan menghabisinya.”

Leeteuk yang mendengar percakapan itu menyiapkan dirinya.

‘Jika aku akan mati saat ini, aku hanya berharap Kangin, Siwon, Donghae dan Kyuhyun hidup dengan rukun’

DOR

.

.

.

.

.

“Aku turut berduka cita, anak-anak. Semoga Eomma kalian tenang diatas sana”

Ucapan bela sungkawa terdengar entah yang keberapa kalinya.

Kematian seorang Park Joongsoo –atau lebih sering dikenal dengan Park Leeteuk atau Kim Leeteuk- membuat semua orang ikut berduka. Istri dari Kim Yunho –yang telah meninggal lima tahun lalu- ini memang seorang sosialita yang cukup terkenal dikalangan masyarakat daerahnya.

Yunho dan Leeteuk yang tidak dianugerahi anak memutuskan untuk mengadopsinya dari panti asuhan yang dikelola oleh Yunho.

Dua puluh tahun lalu suami istri ini mengadopsi empat orang namja. Yaitu Youngwoon yang berumur lima tahun, Siwon yang berumur empat tahun, Donghae yang juga berumur empat tahun –namun lebih muda enam bulan dari Siwon-, dan Kyuhyun yang berumur tiga tahun.

Mereka ber-enam hidup rukun. Yah, walaupun pertengkaran kecil sering terjadi antara ke-empat anak mereka. Terutama Siwon dan Donghae. Untuk itulah Donghae memutuskan untuk pergi ke Seoul untuk merantau.

Namun saat ini ke-empat Kim Brothers itu hadir di pemakaman Eomma mereka.

Pemakaman Kim Leeteuk berjalan dengan hikmat dan mengundang tangis dari semua orang yang menghadirinya.

Sosok lembut dan penyabar yang disayangi semua orang telah pergi.

Pergi selamanya dari dunia fana ini dan tak akan pernah kembali.

.

.

.

Saat ini Kangin, Siwon, Donghae dan Kyuhyun tengah berada di kediaman Ahn Jaehyo, pengacara pribadi Park Leeteuk.

Untuk apa seorang anak mendatangi kediaman pengacara orangtuanya disaat orangtuanya baru saja meninggal?

Demi harta warisan, tentu saja.

Apa ada tujuan lain, eoh?

Di zaman sekarang, seberapa baiknya manusia itu, tetap saja ada sifat ‘mata duitan’ bukan?

“Mungkin waktunya kurang tepat, karena Eomma kalian baru saja meninggal. Jika membicarakan warisan, maka-“

“Sudahlah. Lakukan saja!” perintah Kangin, memotong ucapan sang pengacara.

Jaehyo menghela nafas berat. Lalu pergi sebentar ke dalam kamarnya untuk mengambil sebuah kotak berwarna cokelat dan berdesain mewah. Membawanya untuk empat orang yang bertamu kerumahnya sore-sore begini.

“Ini kotak warisan Eomma kalian” ucapnya sambil meletakkan kotak besar itu di atas meja kaca.

“Saya akan memberikan privasi. Jika butuh apa-apa, saya ada di kamar sebelah sana” jelas namja tua yang berumur hampir sama dengan Eomma para Kim brothers, sambil menunjuk kearah sebuah kamar yang tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.

Sebagai yang tertua, Kangin merasa ia haruslah orang pertama yang membuka kotak pemberian sang Eomma itu.

Perlahan Kangin membuka kotak berwarna cokelat itu. Mengeluarkan satu persatu isinya setelah membaca tulisan yang tertera disana sebelumnya.

“Apa isinya?” tanya Siwon penasaran.

“Akte kelahiran dan barang-barang aneh.” jawab Kangin santai.

“Cho Kyuhyun” Kangin memberikan selembar kertas berisikan banyak tulisan pada Kyuhyun.

“Kim Youngwoon. Oh, itu aku.” Kangin membaca akte kelahirannya sebentar, lalu melanjutkan melihat apa saja yang ada di kotak itu.

“Wah! Marga asliku ‘Cho’. Keren sekali! Seperti marga artis favoritku.” Kyuhyun berdecak kagum.

“Uang? Baiklah. Kita akan membaginya secara rata nanti dirumah.” Ucap Kangin sembari memasukkan semua uang itu ke dompetnya.

“Hyung? Mana akte kelahiranku?” Donghae menatap, Kangin mencari penjelasan.

“Akteku juga, mana hyung?” begitu pula dengan Siwon.

“Molla. Tidak ada apapun lagi di kotak itu. Mungkin akte kalian hilang” Jelas Kangin asal.

“Yang aku tahu, marga kalian sebenarnya Lee dan Choi. Lee Donghae dan Choi Siwon. Appa yang memberitahuku.” Lanjutnya.

.

.

.

.

.

Langit telah gelap. Matahari telah kembali ke peraduannya, menandakan sore harus menghilang untuk berganti dengan malam. Malam yang sunyi senyap dan mencekam dirasakan oleh warga sebuah perumahan kecil di Busan. Terutama disebuah rumah yang tadi sangat ramai dikunjungi, namun kini terasa sunyi seakan tiada makhluk yang hidup di rumah besar itu. Yah, ditempat itulah Kangin, Siwon, Donghae dan Kyuhyun menetap.

Kini mereka kembali tinggal berempat, karena Donghae memutuskan kembali dari perantauan dan mencari kerja di Busan. Namun hanya berempat, tanpa sang Appa dan Eomma.

“Kau datang disaat yang tidak tepat, Hae. Miris sekali melihat kau pulang saat Eomma pergi.” Sindir Siwon pada Donghae saat mereka tengah menikmati makan malam mereka.

Donghae tidak membalas. Ia tetap melanjutkan makannya, seakan tidak mendengar perkataan Siwon.

Keheningan menyelimuti empat saudara Kim itu. Seakan dikomando, mereka berempat menatap kursi ruang makan –yang harusnya ditempati oleh sang Eomma- telah kosong.

Sedang sadar atau tidak, mereka berempat seakan melihat Leeteuk yang sedang makan dengan santainya disana.

‘Eomma…’

“Kangin-ah. Jaga dongsaengdeulmu untuk Eomma dan Appa. Rawatlah mereka dengan baik. Eomma dan Appa mempercayaimu dan sangat menyayangimu, chagi”

“Siwonnie. Berhenti memusuhi Donghae! Sekarang hanya tinggal kau, hyungmu, dan dongsaengdeulmu yang tersisa. Patuhi Kangin! Sayangilah Donghae dan Kyuhyun! Eomma menyayangimu, chagi”

“Donghae-ya. Akhirnya kau kembali kesini setelah enam tahun merantau di Seoul. Bagaimana kabarmu? Eomma harap kau bukan lagi namja cengeng dan manja seperti saat kau kecil dulu. Berhentilah bertengkar dengan Siwonnie! Jagalah kedua hyung dan seorang dongsaengmu. Eomma sangat menyayangimu, chagi”

“Kyuhyunnie. Anak kesayangan Eomma. Eomma harap kau bisa tabah menjalani ini semua. Kyunnie bukan anak kecil lagi. Jadi jangan suruh salah satu diantara hyungmu untuk menemanimu sampai tertidur lagi, ne! Tapi kalau kau takut, kau bisa pindah ke kamar Donghae. Tumbuhlah menjadi dewasa. Patuhi ketiga hyungmu dan jagalah dirimu sendiri. Eomma sangat menyayangimu, chagi.”

Bulir bening mengalir di pipi keempat namja tampan itu. Mereka tidak mampu menahan sesak dihati mereka kini.

Berbeda dengan Donghae dan Kyuhyun yang menangis tersedu secara terang-terangan, Kangin dan Siwon memilih menyembunyikan tangis mereka.

“Kita harus mencarinya” Kangin berdiri dari kursinya dengan tatapan dingin. Anak tertua keluarga Kim itu menatap satu-persatu dongsaengnya.

“Kita harus membunuh orang tak berperasaan yang telah membunuh Eomma.” Serunya yakin.

.

.

.

.

.

TBC

Done~

TBC or DELETE?

Mohon Review nya..Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

 

Wanna like dan comment?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat author.

Han EunKyo

 

Painkiller (진통제) CHAPTER 2

Title: Painkiller (진통제) CHAPTER 2

Author : Han Eun Kyo a.k.a Amanda (@ koizumiamanda)

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun

Pair: WonKyu (Siwon Kyuhyun)

Genre : Hurt, Angts, Romance

Rated : T a.k.a remaja

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM entertaiment. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

Note : Yang dicetak miring berarti Flashback. Songfict dari lagu Painkiller(진통제) dari ‘THE SEE YA & 5DOLLS & SPEED’ dan juga dari Music Video nya.

Warning : YAOI! JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

Image

Penasaran?

Check it out!

 

Painkiller

진통제

CHAPTER 2

Han Eunkyo

Present

 

 

HAPPY READING

 

Tepat tanggal 13 Oktober di tahun berikutnya setelah kejadian itu, aku mendapat beasiswa melanjutkan S2 ke Jepang.

Dan setelah tiga tahun bersekolah sekaligus bekerja disana, akhirnya aku kembali ke ‘rumah’. Sebenarnya tujuanku kembali juga untuk mengurus cabang perusahaan tempat aku bekerja disana. Yah, kupikir tidak ada salahnya jika aku kembali tidur di apartemen ini daripada apartemen yang direkomendasikan oleh perusahaan.

Aku telah bersusah payah melupakannya selama di Jepang. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku sudah tidak mencintainya lagi.

Dan kini, disinilah aku.

 

Sarangeun apaya sarangiya

Love is love only when it hurts

Aku duduk di sebuah sofa yang tepat menghadap Televisi. Mengingat kembali kenanganku saat masih bersamanya.

13 Oktober 2009

Aku mengganti channel TV dengan remote -yang berada di genggamanku- dengan kesal.

Hari ini adalah anniversary kami yang ke tiga. Tapi kenapa Siwon sudah pergi pagi-pagi sekali? Lagipula pagi sampai siang ini kan dia tidak ada jadwal kuliah ataupun kerja.

Aku bahkan sudah membeli kue yang cantik dan kelihatan enak.

Uh! CHOI SIWON MENYEBALKAN! AKU MEMBENCIMU!

Pluk!

“KYAAAAAAAAA!!!”

Aku kaget setengah mati. Tiba-tiba ada yang melemparkan ular –mainan- tepat ke pangkuanku.

Aish! Siapa orang iseng yang berani-beraninya menakutiku? Dia tidak tahu apa, kalau aku sangat takut dengan ular?

Aku menolehkan kepalaku saat mendengar suara tertawa yang tidak asing untukku.

“CHOI SIWON!”

“Hahahaha!”

Aish! Dia malah semaki tertawa. Menyebalkan!

Aku kembali ke posisiku semula. Lalu menggembungkan pipiku, sebal.

“Aigoo! Kyunnieku sayang marah ne?”

Aku masih bungkam.

Ia mendekatiku. Lalu menyentuh-nyentuh pipiku dengan jarinya.

“Jangan pegang-pegang!” ucapku jutek.

Ia malah tersenyum lebar. Ish!

“Mianhaeyo baby. Aku tadi sengaja. Eh! Maksudnya tidak sengaja”

Tidak sengaja apanya?

Aku menatapnya sebal. Masih dengan pipi menggembung dan bibir yang mengerucut.

Cup

Sial! Dia malah mencuri ciumanku!

“Apa sih?” jutekku. Memalingkan wajahku agar ia tidak dapat melihat rona merah yang entah bagaimana caranya ada di pipiku.

Ia malah menyolek-nyolek pinggangku genit.

“Ish!”

“Mianhae BabyKyunnieku sayang. Tadi pagi aku pergi ke mall untuk memberikanmu hadiah.” Sesalnya sambil menyodorkan sebuah kotak kecil padaku.

“Apa ini?”

“Buka saja, baby”

Aku membuka bungkusan kotak ini dengan penasaran.

Cincin emas putih? Wah! Ini indah sekali!

“Wah~”

“Kau senang, baby?” tanyanya semangat.

Aku menganggukan kepalaku lucu.

Ia mengacak suraiku gemas. “Biar aku pakaikan ne”

Ia memakaikan cincin ini dengan hati-hati.

“Ini hadiahku di anniversary ketiga kita, baby. Happy anniversary. Saranghaeyo Cho Kyuhyun”

“Nado saranghae!” Aku memeluknya erat

 

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke
Jugeul deusi apeunyago
Mogi maeyeo sumdo mot swigo
Sigani gado soyongeobseo
Jogeumina useul su itge
Nae mam jom chiryohae jwoyo

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this painful to death?
I’m choked up and I can’t even breathe
Time goes by but it’s no use
Please heal my heart so I can smile a little

 

Aku menatap cincin pemberiannya yang masih melekat di jariku. Bahkan tidak pernah aku lepas barang sedetikpun.

“Hiks…”

Sial! Kenapa aku cengeng sekali?

Yah, kurasa mendatangi tempat ini adalah hal yang salah.

Karena ternyata sehebat apapun aku melupakannya, aku tidak bisa.

Aku masih mencintainya. Bahkan setelah ia pergi dan selingkuh di hadapanku, aku masih tetap mencintainya.

Aku meremas kain putih diatas sofa yang kududuki.

Eoh? Apa ini?

Aku membuka kain putih ini, lalu menatap heran pada sebuah kertas tebal berbentuk hati.

Seperti undangan pernikahan.

Penasaran, aku membukanya.

Choi Siwon

and

Lee Sungmin

October 6th 2016

Aku membiarkan kertas itu jatuh ke lantai.

Air mataku kembali mengalir deras.

Ternyata ia benar-benar tidak mencintaiku lagi.

Ia menikah dengan orang lain?

Haha! Mengapa nasib baik tidak pernah mendatangiku?

Dan…

6 Oktober?

Besok?

Lalu aku harus apa?

Apa yang harus aku lakukan?

Lagi-lagi hatiku sakit karena orang yang sama.

Tega sekali!

 

Jintongje pillyohae
Help me take my pain away
Neul naege neoneun haeroun aeyeotdago saenggakhaetgeonman
Ma mistake
Geudae eobsi nan mossaneunde
Nae momhana chaenggiji motaneunde
Ireul eojjae aigo ya
Ireodaga saram japgenne

I need a painkiller
Help me take my pain away
I always thought you were a harmful person to me
Ma mistake
I can’t live without you
I can’t even take care of my body
What do I do?
At this rate, this will kill me

Aku berjalan ke arah kamar yang dulunya kutempati bersama Siwon.

Masih rapi. Masih sama seperti aku meninggalkannya tiga tahun lalu.

Aku membuka lemari pakaian kami.

Semua bajuku yang kutinggalkan masih disini. Dan juga…

Baju yang aku berikan padanya saat anniversary kami yang pertama.

Aku membuka baju yang aku kenakan dengan tergesa-gesa. Lalu memakai baju Siwon yang penuh kenangan ini.

Inomui dutongi natjil anhayo
Du pare begaereul kkeureo anhayo
Gasiga simjangeul jakku jjilleoyo
Bul kkeojin bangane bimyeongeul jilleoyo
Jidokhan gamgineun natjil anhayo
Mul eobsi duseal yageul samkyeoyo
Deoreoun achim jidokhan gamgie
Wae tto gichim

This headache won’t get better
I pull my pillow into my arms
The thorns keep piercing my heart
I scream in my unlit room
This severe cold won’t get better
I swallow two, three pills without water
A dirty morning, a severe cold
Why am I coughing again?

 

Aku membaringkan tubuhku di ranjang.

Entah kenapa kepalaku terasa sakit sekali. Dan juga dadaku terasa sesak.

Air mata lagi-lagi menghiasi pipiku yang semakin tirus.

Aku tidak kuat lagi!

Terburu-buru aku mengacak-acak isi tasku.

Dapat!

Aku membuka tutup botol obat anti depresiku. Lalu mengambil lima butir obat itu dan meneguknya tanpa air.

“Uhuk! Uhuk!”

Aku terbatuk.

Dadaku terasa semakin sakit, namun kepalaku terasa ringan.

Aku berbaring lelah. Menatap kosong bingkai foto kami yang saat itu kuletakkan di atas meja nakas. Entah kenapa foto itu masih ada disini.

Mengapa ia tidak membuangnya saja? Sebenarnya maksudnya apa?

 

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke
Jugeul deusi apeunyago
Mogi maeyeo sumdo mot swigo
Sigani gado soyongeobseo
Jogeumina useul su itge
Nae mam jom chiryohae jwoyo

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this painful to death?
I’m choked up and I can’t even breathe
Time goes by but it’s no use
Please heal my heart so I can smile a little

 

06 Oktober 2016

Aku membuka mataku yang terasa berat.

Andwae! Bukankah hari ini Siwon akan menikah?

Andwae! Aku tidak akan pernah bisa merelakan Siwon!

“Wonnie… Jangan tinggalkan aku… Wonnie…”

Aku mengambil ponselku yang tergeletak di atas meja nakas.

Lalu menekan beberapa nomor yang sudah kuhapal luar kepala.

Tuut… Tuut…

“Wonnie…”

Dengan panik aku mengulanginya beberapa kali.

Namun hasilnya tetap sama. Tidak ada jawaban.

“WONNIE!” aku berteriak frustasi.

Siwonku tidak boleh meninggalkanku!

Siwonku tidak boleh menikahi orang lain!

Siwon hanya milikku!

Siwon hanya mencintaiku!

Aku kembali mencari botol obat anti depresi dalam tasku.

Lalu kembali meneguk beberapa butir tanpa minum. Kali ini delapan.

“Uhuk!”

 

Sarangeun motdoen gieogiya
Sarangeun dachin chueogiya

Love is a bad memory
Love is a hurt memory

 

Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi.

Disana aku menemukan shampoo yang biasa Wonnie gunakan.

Aku mencium wanginya.

“Wonnie…”

Aku menumpahkan seluruh isi shampoo itu ke baju Wonnie yang aku pakai.

Aku menciumi bajunya.

“Wonnie… Bogoshippo”

Benar-benar terasa seperti Wonnie ada di dekatku.

Aku duduk di lantai kamar mandi yang dingin, menyenderkan punggungku. Dan memeluk tubuhku sendiri. Seakan aku sedang memeluk Wonnie.

“Wonnie…”

“Wonnie…”

“Wonnie…”

“Wonnie…”

 

Jugeuldeusi apado ne saenggangman
Jeongmallo geudaen naui yagingabwa
Imi kkeutnabeorin yaegingabwa
Naega naega unda
(Gamgineun dangchwe natjiranhayo)

Though I’m sick to death, I only think of you
I guess you really are my medicine
I guess the story is already over
I am, I am crying
(My cold won’t get better)

Aku kembali hanyut dalam kenangan-kenangan indahku bersama Wonnie.

“Uhuk!”

Aku membekap mulutku. Terasa sakit. Seperti ingin muntah.

“Uhuk!”

Deg

Aku terkejut.

Darah?

“Uhuk!”

Berulang kali aku batuk darah, hingga membuat baju dan sebagian lantai kamar mandi ini berwarna merah.

“Hahaha”

Aku tertawa. Beberapa detik kemudian menangis.

Aku rasa aku benar-benar sudah gila.

Gila hanya karena seorang namja.

Mungkin appa, eomma dan noonaku sedang menertawaiku disana.

Namun inilah yang kurasakan.

Aku kembali tertawa. Lalu menginjak-injak lantai yang terkena darahku kesal.

“Hiks… Hahaha! Wonnie… Saranghaeyo!”

 

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this…

 

13 Oktober 2016

Sudah berapa hari aku disini?

Sudah berapa hari aku tidak makan?

Sudah berapa hari aku tidak tidur?

Sudah berapa hari aku menangis?

Aku menatap kosong sebuah foto yang kugenggam.

Fotoku bersama Wonnieku. Diambil tepat saat satu bulan kami berhubungan.

“Wonnie…”

Lagi-lagi nama itu yang keluar dari bibirku.

Aku sudah tidak kuat lagi.

Biarkan aku mati disini.

Apakah Wonnie akan sedih jika aku pergi?

Atau dia tidak memperdulikanku lagi?

“Wonnie…”

Aku mengambil jam usang yang sudah tidak ada kacanya.

Pukul 10.13?

Haha! Entah kenapa itu mengingatkanku pada Wonnie.

Aku memutar jarum panjang dan jarum pendek jam ini mundur.

Sama seperti harapanku yang ingin waktu berjalan mundur.

Aku ingin kembali ke masa lalu.

Saat Wonnie menyatakan cintanya padaku.

Saat Wonnie memelukku,menciumku,menggodaku.

Saat hari-hariku terisi dengan kemesraan bersama Wonnie.

Dan jika saat-saat itu sudah terulang kembali, aku ingin mengulangnya kembali sekali lagi.

Namun seakan mengejekku, jarum jam yang tadi aku putar mundur malah maju. Kembali ke pukul 10.13.

Aku kesal. Aku kembali memutar jarumnya. Namun lagi-lagi jam itu tetap menunjukkan waktu yang sebenarnya.

Aku membanting jam itu kesal.

Aku melirik tasku. Seingatku aku membawa obat lain yang sering aku konsumsi selain anti depresi.

Aku mengacak tasku.

Lalu membuka tutup botol yang sebenarnya racun ini.

Aku menelan seluruh obat yang ada dalam botol itu.

Tak cukup sampai disitu, aku juga menelan semua obat yang kubawa. Obat anti depresi dan racun yang lain.

Aku mencengkram dadaku yang semakin sakit. Kepalaku juga terasa dihantam ribuan batu. Juga mataku, semakin lama pandanganku buram.

“Painkiller…”

Yah, painkiller. Aku harap semua obat ini bisa membunuhku dan lukaku.

Karena obat yang sebenarnya aku butuhkan tidak akan bisa kulihat lagi.

“Choi Siwon…”

Aku tertidur di ranjangku dan Siwonnie sambil memeluk foto kami.

Walau ragaku pergi, namun hatiku masih disini, Wonnie.

Aku hanya bisa mendoakan agar kau bahagia dengan istrimu.

Aku akan menjaga kalian dari atas sana.

‘Saranghae Choi Siwon…’

Sarangeun motdoen gieogiya
Sarangeun dachin chueogiya

Love is a bad memory
Love is a hurt memory

-Painkiller-

 

.

.

.

.

.

END

Done~

 

Makasih banyak buat chingudeul yang udah baca&comment  ya~

 

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

 

Wanna like dan comment?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat author.

Han EunKyo

 

Painkiller (진통제)

Title: Painkiller (진통제)

Author : Han Eun Kyo a.k.a Amanda (@ koizumiamanda)

Gambar

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun

Pair: WonKyu (Siwon Kyuhyun)

Genre : Hurt, Angts, Romance

Rated : T a.k.a remaja

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM entertaiment. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

Note : Yang dicetak miring berarti Flashback. Songfict dari lagu Painkiller(진통제) dari ‘THE SEE YA & 5DOLLS & SPEED’ dan juga dari Music Video nya. Akting Jiyeon eonnie keren~ *o*

Warning : YAOI! JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

Summary : Just a short story of WonKyu. Songfict dari lagu Painkiller(진통제). “Love is a bad memory”. “Love is a hurt memory”

Penasaran?

Check it out!

 

Painkiller

진통제

Han Eunkyo

Present

 

 

HAPPY READING

 

05 Oktober 2016

Sarangeun motdoen gieogiya
Sarangeun dachin chueogiya

Love is a bad memory
Love is a hurt memory

 

Aku menatap pintu apartemen mewah didepanku. Lama aku memandangi nomer apartemen ini. 1013. Itu tanggal yang sangat istimewa untukku –dan dia-.

 

13 Oktober 2006

Aku menatap hamparan laut didepanku dengan takjub.

“Indah sekali” gumamku dengan mata berbinar.

Saat ini aku dan teman-teman sekelasku di SMA tengah liburan ke pulau Bali. Yah, dengan dana pas-pasan –yang dengan berat kami tabung sejak dua tahun lalu- kami akhirnya bisa berlibur bersama. Sekaligus merayakan keberhasilan kami naik kelas. Kini kami berada di kelas terakhir SMA. Kami juga ingin membuat kenangan sebanyak-banyaknya di tahun terakhir ini.

“Hei!”

Seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh. Lalu tersenyum melihat siapa yang datang.

“Siwonnie”

Namja tampan yang sudah lama mencuri hatiku ini membalas senyumku dengan senyumnya, yang memperlihatkan kedua dimplenya. Aish! Tampan sekali namja ini!

“Ada apa?” tanyaku setelah ia duduk disampingku.

“Aku… ingin memberitahumu sesuatu” jawabnya gugup. Gugup? Untuk apa ia gugup? Atau hanya aku yang salah lihat saja?

“Ne? Apa itu?”

Choi Siwon terlihat menggerakkan tangan kanannya yang berada dibelakang badannya. Ah! Aku baru sadar jika sedari tadi ia menggenggam sesuatu dibelakang badannya.

“Saranghae, Cho Kyuhyun”

Omo! Mataku membelalak kaget melihatnya mengeluarkan setangkai bunga mawar merah jambu dari balik badannya. Belum lagi kalimatnya setelah itu. Apa? Aku tidak salah dengar kan, jika ia tadi mengucapkan ‘Saranghae’?

Aku menatap kedua matanya. Hanya ada ketulusan disana ,kurasa.

Ia balik menatapku dengan tatapan… memohon?

“Eum…”

Siwon terlihat kecewa. Mungkin ia mengira aku akan menolak cintanya, eoh?

“Kalau kau tidak punya perasaan yang sama juga tidak apa sih. Aku hanya-“

“Nado saranghae!” Aku memotong kalimat pesimisnya.

Ia kaget. Aku tersenyum lebar.

“J…jeongmal?” tanyanya memastikan.

Aku mengangguk semangat.

Siwon langsung memelukku erat.

“Jadi kita pacaran?” tanyanya polos.

“Iya. Kita pacaran.” Jawabku dengan pipi yang mulai memerah.

Ah! Mimpi apa aku semalam? Akhirnya cinta terpendamku ini kesampaian juga. Hari ini benar-benar indah. 13-10-06. Aku akan terus mengingat tanggal ini seumur hidupku.

 

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this…

Aku tertawa miris.

Ya, aku memang akan selalu mengingat tanggal itu dalam hidupku. Karena di tanggal dan bulan itu juga dia… Ah! Aku sudah berjanji tidak akan mengingat kejadian itu lagi. Aku juga berjanji tidak akan membiarkan air mataku mengalir hanya untuk namja seperti itu.

Tapi kenapa dada ini semakin sesak?

Kenapa air mata ini tidak berhenti mengalir?

Kenapa?

Aku mengusap mataku kasar.

Untuk apa aku buang-buang waktu berdiri di depan pintu seperti ini?

Aku mulai memasukkan kata sandi apartemen ini.

Walaupun aku yakin ia mengganti kata sandinya.

‘407302’

Cklek

Huh? Dia masih menggunakan kata sandi itu?

Cih! Jadi ia masih menggunakan kata sandi ini walaupun ia tidur dengan yeoja ataupun namja lain disini?

Memuakkan!

Tapi bolehkah aku berharap? Apakah ia masih mengingatku saat itu?

Ah! Tidak, tidak.

Mungkin ia terlalu banyak simpanan, makannya ia lupa menggantinya.

Tak mau berlama-lama, aku melangkahkan kakiku masuk kedalam.

 

Sarangeun apaya sarangiya

Love is love only when it hurts

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan depan.

Masih sama.

Megapa ia tidak mengubah dekorasinya?

Aku melangkahkan kakiku lebih jauh masuk kedalam.

Langkahku terhenti.

Kenapa seluruh perabotan di apartemen ini ditutup menggunakan kain putih?

Juga lantai dan dindingnya terlihat berdebu.

Seingatku ia bukan orang yang malas. Juga ia hanya mempunyai apartemen ini untuk tempatnya tinggal.

Namja itu, Choi Siwon diusir dari rumah besarnya karena ia lebih memilihku daripada orangtuanya. Orangtuanya tidak merestui hubungan kami.

Lalu orangtuaku? Aku sebatangkara di dunia ini. Ayah, Ibu dan kakakku meninggal karena kecelakaan mobil. Aku yang saat itu tidak ikut tetap dirumah, bersama paman dan bibiku satu-satunya.

Namun apa daya? Ternyata mereka lebih memilih untuk melarikan diri dengan membawa seluruh harta orangtuaku dan menjual rumahku. Lalu meninggalkanku sendiri di rumah itu.

Akhirnya aku diusir oleh pemilik baru rumahku. Sejak saat itu aku tinggal bersama Song ahjumma –mantan kepala maid dirumahku- di rumah kecilnya. Kami hidup lumayan berkecukupan. Dengan anak tunggal Song ahjumma yang seorang musisi. Namun, memang nasibku yang selalu buruk. Setahun kemudian anak Song ahjumma terbunuh dan Song ahjumma depresi.

Kini hanya aku. Aku yang tinggal sendiri di rumah Song ahjumma. Aku yang membiayai sekolah, makan dan keperluanku sendiri.

Haha, cerita yang amat lucu bukan? Aku saja selalu tertawa –miris- jika mengingat hal itu.

Tteonaganeun bareul butjapgo
Aewonhago sipjiman
Geumanhan yonggido
Eobseul mankeum nan neomu apa

I want to hang onto the leaving footsteps
And beg but
I’m so sick that I don’t even have that kind of courage

 

Setelah Siwon memutuskan untuk bersamaku, ia hidup denganku di rumah Song ahjumma. Kami bekerja part time setelah sekolah. Yah, hasilnya lumayan. Bahkan beberapa tahun setelah bekerja dan mengumpulkan uang bersama, kami membeli sebuah apartemen mewah. Hidupku saat itu beruntung, bukan?

Namun keberuntungan seakan enggan bersamaku lebih lama. Beberapa tahun kemudian Appa Siwon menemukan kami dan membawa Siwon pulang dengan paksa. Aku hanya bisa menangis saat itu. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

 

Jintongje pillyohae
Help me take my pain away
Neul naege neoneun haeroun aeyeotdago saenggakhaetgeonman
Ma mistake
Geudae eobsi nan mossaneunde
Nae momhana chaenggiji motaneunde
Ireul eojjae aigo ya
Ireodaga saram japgenne

I need a painkiller
Help me take my pain away
I always thought you were a harmful person to me
Ma mistake
I can’t live without you
I can’t even take care of my body
What do I do?
At this rate, this will kill me

 

Tapi aku benar-benar menyesal selalu menangisinya saat itu. Ia sama sekali tidak memikirkanku!

Buktinya dua tahun setelah kejadian itu ia kembali ke apartemen kami dan membawa seorang yeoja.

 

13 Oktober 2012

“Hiks… Siwonnie… Aku merindukanmu…”

Sesak sekali. Sudah dua tahun berlalu tapi rasa sesak ini masih menyiksaku.

Aku hanya ingin Siwon ku kembali ke pelukanku. Apa itu hal mustahil?

“Siwonnie…”

Cklek

“Eoh?” Aku menghapus air mataku cepat. Lalu berlari ke arah pintu.

Hanya aku dan Siwon yang tahu kata sandi apartemen ini.

Berarti…

Deg

Aku menghentikan langkahku.

Aku terperangah.

“Eh? Kyuhyun-ah? Kau masih disini?”

‘Kyuhyun-ah’? Sejak kami berkenalan bahkan Siwon sudah memanggilku dengan panggilan manisnya, ‘Kyunnie’.

Aku masih membatu. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini.

Siwon ku memang pulang, tapi…

“Oppa~ Siapa namja ini? Aku lelah oppa! Ayo kita ke kamar!”

“Dia temanku, chagi. Ne. Ne. Kajja~”

Mereka berjalan tertatih melewatiku yang mulai menangis.

“Itu… Itu bukan Siwon ku”

Aku melangkahkan kakiku, mengikuti Siwon nya dan seorang yeoja yang baru saja datang tadi.

Namun sampai di kamarku dan Siwon, aku berhenti.

Omona! Suara apa itu?

Apa Siwon dan yeoja itu sedang…

“Hiks…”

Aish! Aku memang mengharapkan Siwon ku pulang. Tapi bukan dengan yeoja dan melakukan hal seperti ini!

Aku menggigit bibirku, menahan isakanku yang semakin menjadi.

“Wonnie…”

 

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke
Jugeul deusi apeunyago
Mogi maeyeo sumdo mot swigo
Sigani gado soyongeobseo
Jogeumina useul su itge
Nae mam jom chiryohae jwoyo

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this painful to death?
I’m choked up and I can’t even breathe
Time goes by but it’s no use
Please heal my heart so I can smile a little

 

Semenjak hari itu, Siwon selalu membawa pulang dan meniduri yeoja ataupun namja yang berbeda setiap harinya.

Ia juga mengabaikanku. Menganggapku tak ada padahal kami selalu sarapan bersama.

Dan saat aku bertanya padanya. Ia hanya menjawab, “Lupakan hal-hal yang pernah kita lewati bersama. Sekarang kau hanya temanku. Jangan menangis bila aku meniduri orang lain. Suara tangismu menggangguku.”

Aku benar-benar tidak mengerti. Tapi aku juga punya batas kesabaran.

Tepat tanggal 13 Oktober di tahun berikutnya setelah kejadian itu, aku mendapat beasiswa melanjutkan S2 ke Jepang.

Dan setelah tiga tahun bersekolah sekaligus bekerja disana, akhirnya aku kembali ke ‘rumah’. Sebenarnya tujuanku kembali juga untuk mengurus cabang perusahaan tempat aku bekerja disana. Yah, kupikir tidak ada salahnya jika aku kembali tidur di apartemen ini daripada hotel yang direkomendasikan oleh perusahaan.

Aku telah bersusah payah melupakannya selama di Jepang. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku sudah tidak mencintainya lagi.

Dan kini, disinilah aku.

.

.

.

.

.

TBC

Done~

TBC or DELETE?

Mohon Review nya…

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

Eunkyo baru kembali dari masa hiatus.

Wanna review?

Wanna like dan comment?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat author.

Han EunKyo

 

Bittersweet 달콤씁쓸

Title: Bittersweet 달콤씁쓸

Author : Han Eun Kyo (Amanda) (@koizumiamanda)

Cast :Image

  • Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae

Pair: WonKyu (Siwon Kyuhyun) & HaeKyu (Donghae Kyuhyun)

Genre : Romance, Hurt

Rated : T a.k.a remaja

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka & SM. Cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

Warning : YAOI, JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

Note : Ini FF perdana Eunkyo di WP, sebelumnya Kyo nulis di FFn 😀

Summary : Just a short twoshoot story of WonKyu and HaeKyu.”Saranghae” / “Hm” / “Bukankah ada Siwon disini? Mengapa kau masih merindukanku, chagi?” / “Mianhae Wonnie-hyung.”

Penasaran?

Check it out!

Bittersweet

달콤씁쓸

Han Eunkyo

Present

 

HAPPY READING \^o^/

“Kyunnie-chagi” panggil seorang namja tampan kepada seorang namja manis di sampingnya yang sedang sibuk memainkan PSP hitamnya.

Cho Kyuhyun, sang namja manis yang namanya dipanggil oleh Choi Siwon –sang namja tampan- bergumam pelan, hanya untuk memberitahu pada Siwon bahwa ia mendengar namjachingunya itu.

“Kau bosan?” pertanyaan ambigu itu dilontarkan Siwon kepada Kyuhyun. Mungkin bagi orang lain pertanyaan itu tidak terasa ambigu, namun bagi Siwon dan Kyuhyun pertanyaan ‘Kau bosan?’ adalah pertanyaan yang bisa mengandung dua makna berbeda.

“Kalau kau bertanya ‘apakah aku bosan dengan suasana dorm yang sepi ini’, maka aku jawab iya.” Jawab Kyuhyun santai tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP tercintanya.

“Bukan itu.”

“Heum?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya, menatap Siwon yang baru saja mengumamkan sesuatu dengan sangat pelan, hingga ia tak dapat mendengarnya.

“…”

“Kau mengatakan sesuatu, hyung?” tanya Kyuhyun setelah lelah menunggu jawaban Siwon yang tak kunjung bicara sepatah katapun. Namja tampan berlesung pipi dihadapannya hanya memandangi dirinya dengan lekat, dengan tatapan mata yang ia sendiri tidak bisa mengartikannya.

“Kau ingin aku membuatkan cokelat panas untukmu? Apa kau kedinginan?”

Kyuhyun menatap Siwon heran. Di cuaca sepanas ini mana ada orang yang kedinginan? Yah, terkecuali orang sakit atau punya kelainan tentunya.

Ingin rasanya Kyuhyun mengejek Siwon dengan kalimat-kalimat pedasnya, namun saat menatap mata Siwon ia mengurungkan niatnya. Entah mengapa ia ikut merasa sakit dan terluka saat melihat tatapan namja dihadapannya.

“Baiklah.”

Siwonpun beranjak dari sofa yang ia duduki dan berjalan ke arah dapur untuk membuat cokelat panas untuk sang namjachingu yang amat sangat dicintainya.

Kyuhyunpun memainkan PSPnya kembali. Namun sebelum ia menekan tombol ‘Resume’ dari PSPnya yang tadi sempat ter ‘Pause’, ia mendengar Siwon kembali berbicara padanya.

“Cho Kyuhyun”

“Ne?”

“Saranghae”

“Hm”

Selalu seperti ini.

Selalu jawaban yang sama Siwon terima dari mulut namja yang sangat ia cintai.

Semenjak ‘kejadian itu’. Yah, semenjak ‘kejadian itu’ Kyuhyun tidak lagi membalas ucapan cinta yang selalu ia lontarkan. Hanya gumaman pelan yang membalas ucapan cinta yang ia ungkapkan dari lubuk hatinya yang terdalam.

Siwon kembali melangkahkan kakinya menuju dapur, meninggalkan Kyuhyun yang bergumam pelan tanpa ia sadari.

“Mianhae. Jeongmal mianhae Wonnie-hyung.”

“Kyunnie!”

Tiba-tiba sebuah suara yang familiar ditelinganya menyapanya dan sebuah tepukan pelan di kepalanya menyadarkannya.

“Hae-hyungie!”

Kyuhyun berdiri mengahadap Lee Donghae –namja yang ia panggil Hae Hyungie tadi- dan langsung memeluk Donghae dengan erat.

“Kau merindukanku, eoh?” tanya Donghae sambil melonggarkan pelukan mereka, lalu menatap wajah Kyuhyun disertai dengan senyuman yang sangat tampan.

Kyuhyun mengangguk lucu. Ia sangat merindukan hyung tampannya yang selama dua minggu ini pergi mengunjungi keluarganya di Mokpo.

“Haha. Bukankah ada Siwon disini? Mengapa kau masih merindukanku, chagi?”

Pertanyaan yang dilontarkan Donghae membuat Kyuhyun bungkam.

“Eum…” Jujur, Kyuhyun bingung ingin menjawab apa. Ia bahkan tidak sadar bahwa ia merindukan Donghae saat dirinya disamping Siwon selama ini.

“Aku hanya merindukanmu, apa tidak boleh?” Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan sedih yang dibuat-buat. Ia menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya imut.

“Tentu saja boleh, chagi.” Ujar Donghae sambil mengecup bibir Kyuhyun singkat.

Kyuhyun dan Donghae terus mengobrol dan melanjutkan lovey-dovey mereka, tanpa mengetahui ada seorang namja yang menatap mereka nanar dari arah dapur.

.

.

.

.

.

(Flashback)

“Aku bosan, hyung” ungkap seorang namja manis pada seorang namja tampan dihadapannya saat mereka tengah mengisi perut mereka di restoran cepat saji saat tengah berkencan.

“Bosan?” Siwon menaikkan alisnya, menunjukkan ekspresi bingung yang kentara.

“Hu’um.”

“Bosan dengan apa, chagi? Kau bosan dengan kencan kita saat ini?”

“Semuanya” ucap Kyuhyun cepat.

“Aku bosan dengan hubungan kita, hyung. Hubungan ini begitu hambar tanpa ada masalah dan rintangan.” Lanjutnya.

Siwon menatap Kyuhyun tak percaya. Ia tak pernah membayangkan bahwa kekasih yang sangat ia cintai akan mengatakan hal seperti ini padanya.

“Semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Keluarga kita merestui hubungan ini dengan mudah. Orangtuaku begitu menyayangimu dan orangtuamu juga menyayangiku. Kau tidak pernah marah saat aku didekati namja ataupun yeoja lain. Dan kau tidak pernah berbuat hal aneh yang bisa membuatku marah ataupun cemburu padamu. Kau tidak pernah membuatku marah padamu. Kau selalu memenuhi apapun yang aku inginkan, dan berbagai hal biasa lainnya. Apa aku tidak wajar jika merasa bosan?”

Suasana hening menyelimuti kedua namja yang tengah menunduk ini.

Siwon mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun, lalu mengatakan,

“Baiklah jika kau bosan denganku. Lalu aku harus melakukan apa?”

Kyuhyun mengadahkan kepalanya yang sedari tadi juga tertunduk.

“Izinkan aku menjalin hubungan dengan namja lain.”

Sebuah permintaan singkat itu cukup membuat Siwon ingin bunuh diri. Bagaimana bisa ia mengizinkan KyuhyunNYA menjalin hubungan dengan namja lain? Demi Tuhan, ia begitu mencintai Kyuhyun. Ia tidak akan pernah bisa melihat Kyuhyun dengan orang lain.

“Jangan bercanda” ucapan dingin itu keluar dari bibir seorang Choi Siwon.

“Aku serius, hyung. Izinkan aku menjalin hubungan dengan Donghae-hyung.” Pinta Kyuhyun tanpa belas kasihan.

“…”

“Tenang saja. Hubungan kita masih sama, hanya saja sekarang aku mempunyai dua namjachingu. Dan aku akan menjaga hatiku agar tetap terikat denganmu, hyung.”

“Baiklah jika itu yang kau inginkan. Tapi aku harap kau memegang janjimu, Cho Kyuhyun.”

“Ne. Aku berjanji hyung.”

.

.

.

.

.

TBC

Done~

Sampai ketemu di chapter 2~

Mohon Review nya…

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

Wanna review?

Wanna like dan comment?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat author.

Han EunKyo